Page 20 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 20
Judul KPK Temukan Masalah di Program Kartu Prakerja
Nama Media Koran Tempo
Newstrend Kartu Pra Kerja
Halaman/URL Pg7
Jurnalis Andita Rahma
Tanggal 2020-06-19 05:38:00
Ukuran 175x100mmk
Warna Halaman Hitam/Putih
AD Value Rp 56.595.000
News Value Rp 282.975.000
Kategori Ditjen Binalattas
Layanan Korpo
Sentimen negative
Narasumber
negative - Alexander Marwata (Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi) Faktanya, hanya
sebagian kecil (pekerja dipecat) yang mendaftar secara daring
neutral - Pahala Nainggolan (Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi) Kalau NIK
(nomor induk kependudukan) benar, kan langsung keluar semua datanya
Ringkasan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapati sejumlah persoalan dalam progam Kartu
Prakerja, yang digadang-gadang pemerintah dapat mengatasi dampak ekonomi dalam situasi
pandemi Covid-19. KPK menemukan terdapat empat masalah yang harus diselesaikan
pemerintah.
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Alexander Marwata mengatakan masalah pertama
yang menjadi sorotan lembaganya adalah ihwal proses pendaftaran. Menurut dia, sebagian
besar para pendaftar justru bu-kaii kalangan pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja
(PHK) akibat wabah Covid-19. "Faktanya, hanya sebagian kecil (pekerja dipecat) yang
mendaftar secara daring," ucap Marwata di Jakarta, kemarin.
KPK TEMUKAN MASALAH DI PROGRAM KARTU PRAKERJA
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapati sejumlah persoalan dalam progam Kartu
Prakerja, yang digadang-gadang pemerintah dapat mengatasi dampak ekonomi dalam situasi
pandemi Covid-19. KPK menemukan terdapat empat masalah yang harus diselesaikan
pemerintah.
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Alexander Marwata mengatakan masalah pertama
yang menjadi sorotan lembaganya adalah ihwal proses pendaftaran. Menurut dia, sebagian
besar para pendaftar justru bu-kaii kalangan pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja
(PHK) akibat wabah Covid-19. "Faktanya, hanya sebagian kecil (pekerja dipecat) yang
mendaftar secara daring," ucap Marwata di Jakarta, kemarin.

