Page 24 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 24

Menurut  Alexander.  250  pelatihan  dari  1.895  pelatihan  yang  tersedia  adalah  milik  lembaga
              penyedia pelatihan yang memiliki konflik kepentingan dengan platform digital.

              Program Kartu Prakerja disusun untuk kondisi normal sesuai Perpres 36/2020 yang menjadi
              program semi-bantuan sosial dalam masa pandeml. Program tersebut memakan anggaran Rp
              20 triliun dengan target peserta 5,6 juta orang.

              Komposisi nilai total insentif pasca-pelatihan Rp 2.400.000 per orang dan insentif survei Rp
              150.000 per orang. Sedangkan nilai bantuan pelatihan Rpl.000.000 per orang.

              Selain  berpotensi  konflik  kepentingan,  ujar  Alexander,  KPK  mencatat  permasalahan  Kartu
              Prakeija terletak pada metode pelaksanaan secara daring. Menurut KPK, metode tersebut besar
              kemungkinan dapat fiktif atau tidak efektif sehingga merugikan keuangan negara.

              Karena metode pembelajaran hanya satu arah, menurut Alexander. peserta mendapat insentif
              meskipun belum menyelesaikan seluruh pelatihan. Akibatnya, kata dia, negara tetap membayar
              pelatihan yang tidak diikuti oleh peserta.

              KPK  juga  menyatakan  lembaga  pelatihan  menerbitkan  sertifikat  meskipun  peserta  belum
              menyelesaikan  semua  paket  pelatihan  yang  dipilih.  Materi  pelatihan  pun  dianggap  tidak
              memadai.  Pelatihan  yang  memenuhi  syarat  secara  materi  dan  penyampaian  daring,  ujar
              Alexander. hanya 13 persen dari 1.895 pelatihan.

              Permasalahan lain, kata Alexander. terjadi pada proses pendaftaran. KPK merujuk pada data
              Kemenaker  dan  BP  J  S  Ketenagakerjaan  yang  mengkompilasi  data  pe-keija  terdampak
              pemutuhan hubungan kerja (PHK) dan dipadankan NIK-nya berjumlah l,7jutapekeija. Menurut
              KPK, hanya sebagian kecil dari jutaan pekerja tersebut yang mendaftar secara daring, yaitu
              hanya  143  ribu.  Alexander  mengatakan  sebagian  besar  peserta  yang  mendaftar  untuk  tiga
              gelombang sebanyak 9,4 juta pendaftar bukan target yang disasar oleh program ini.

              "Kemudian penggunaan fitur/ace recognttlon untuk kepentingan pengenalan peserta dengan
              anggaran  Rp  30,8  miliar  tidak  efisien.  Penggunaan  NIK  dan  keanggotaan  BP  Jamsostek
              memadai," ujarnya.

              Berdasarkan temuan di atas, KPK merekomendasikan langkah perbaikan teknis pelaksanaan
              program Kartu Prakeija. Di antaranya. peserta yang disasar pada pekerja terdampak dan tidak
              perlu  mendaftar  daring,  tapi  langsung  dihubungi  manajemen  pelaksana  sebagal  peserta
              program.

              KPK Juga menyarankan agar komite meminta pendapat hukum ke Kejaksaan Agung tentang
              kerja  sama  dengan  delapan  platform  digital.  "Platform  digital  tidak  boleh  memiliki  konflik
              kepentingan  dengan  lembaga  penyedia  pelatihan.  Dengan  demikian  250  pelatihan  yang
              terindikasi harus dihentikan penyediaannya," kata Alexander.

              Rekomendasi lain, kata Alexander, adalah materi pelatihan yang teridentifikasi gratis melalui
              jejaring internet harus dikeluarkan dari daftar pelatihan. "Hasil kajian dan rekomendasi ini telah
              kami paparkan kepada Kemenko Perekonomian dan pemangku kepentingan terkait lain dalam
              rapat pada tanggal 28 Mei 2020." katanya.

              Program Prakeija yang bermitra dengan startup untuk mengatasi dampak Covid-19 diluncurkan
              Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada 20 Maret. Selain diperuntukkan bagi para pencari
              keija, para pekeija yang merupakan korban PHK akibat wabah virus korona.

              Sekitar 5,6 juta warga akan menerima manfaat Kartu Prakerja. Lewat program ini, pemerintah
              menganggarkan Rp 20 triliun dengan perincian biaya pelatihan Rp 5,6 triliun: dana Insentif
   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29