Page 28 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 28
Dampak terberatnya dialami lapangan keija dan penghidupan, terutama kelompok masyarakat
paling rentan.
Dalam laporan tambahan Asian Development Outlook 2020, ADB memperkirakan ekonomi di
kawasan Asia dan Pasifik tumbuh 0,1 persen pada 2020. Angka ini turun dibandingkan dengan
proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan tersebut pada April lalu yang sebesar 2,2 persen. Hal
ini merupakan taraf terendah pertumbuhan ekonomi kawasan Asia dan Pasifik sejak 1961.
Menurut ekonom ADB untuk Indonesia, Emma Allen, meski pelonggaran pembatasan mobilitas
di Indonesia pada awal Juni 2020 membantu kegiatan perekonomian bergulir kembali, masih
terdapat banyak ketidakpastian. Hal ini perlu diimbangi percepatan program Pemulihan Ekonomi
Nasional untuk merespons krisis ini.
Kurang dari dua digit
Menteri Ketenagakeijaan Ida Fauziyah dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta,
Kamis, menyatakan, krisis Covid-19 berdampak ke semua sektor ekonomi, termasuk tenaga
kerja. Mereka yang kehilangan pekerjaan mencapai 1,7 juta orang.
"Kami mengantisipasi tambahan penganggur 2,92-5,23 juta orang. Kami berusaha mengurangi
tingkat pengangguran terbuka agar bisa di bawah dua digit," ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah pengangguran terbuka (TPT) per Februari 2020
mencapai 6,88 juta orang atau bertambah 60.000 orang dibandingkan dengan Februari 2019.
Jika total angkatan kerja pada saat itu 137,91 juta orang, TPT per Februari adalah 4,99 persen.
Guna menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK) lebih lanjut, kata Ida, pemerintah
mengeluarkan sejumlah program. Sejumlah program itu di antaranya stimulus untuk dunia
usaha agar bisa bertahan dan mempertahankan pekerjanya, insentif pajak penghasilan bagi
badan usaha serta usaha kecil dan menengah, serta jaring pengaman sosial bagi pekerja.
Gelombang PHK berlangsung di sejumlah sektor sejak April 2020. Pada saat yang sama, banyak
kegiatan di sektor informal terhenti. Kajian Center of Reform on Economics (Core) Indonesia
memproyeksikan peningkatan jumlah pengangguran terbuka triwulan 11-2020 dalam skenario
ringan, sedang, dan berat, dengan perkiraan TPT bertambah 8,2 persen, 9,79 persen, dan 11,47
persen.
Ekonom sekaligus Rektor Unika Atma Jaya, A Pra-setyantoko, menilai rencana pemerintah
membuka sembilan sektor perekonomian di tengah pandemi Covid-19 tepat. Sembilan sektor
itu, yakni pertambangan, perminyakan, industri, konstruksi, perkebunan, pertanian dan
peternakan, perikanan, logistik, dan transportasi barang, saling terkait sehingga menciptakan
efek penyerapan tenaga kerja cukup besar.
Apalagi, sektor-sektor itu berkontribusi besar terhadap produk domestik bruto nasional dan
daerah. "Karena saling terkait, jika satu sektor melesat sebagai lokomotif, akan membawa sektor
lain sebagai gerbong yang di dalamnya menampung tenaga kerja," ujarnya.
Meskipun demikian, penerapan protokol kesehatan harus menjadi prioritas pembukaan sektor-
sektor perekonomian itu. Pelaku usaha mesti menerapkan standar kesehatan baru yang jauh
lebih ketat.
Sementara itu, per 18 Juni, terdapat 1.331 kasus baru Covid-19. Angka ini merupakan
penambahan kasus tertinggi sejak pertama kali Covid-19 terdeteksi di Indonesia, awal Maret
2020.

