Page 224 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 224
Selain itu, KPK juga menemukan masalah dalam pendaftaran. Alexander menuturkan,
Kementerian Ketenagakerjaan dan BPJS Ketenagakerjaan telah mengkompilasi data pekerja
yang terkena PHK dan sudah dipadankan NIK-nya berjumlah 1,7 juta pekerja terdampak.
"Namun, faktanya hanya sebagai kecil yang mendaftar secara daring, yaitu hanya 143 ribu.
Sedangkan sebagian besar pendaftar yaitu 9,4 juta pendaftar bukan target yang disasar," ujar
Alex.
Kemudian, KPK melihat penggunaan fitur face recognition untuk kepentingan pengenalan
peserta dengan anggaran Rp 30,8 miliar itu tidak efisien.
"Berlebihan pakai fitur face recognition . Kalau NIK-nya benar, kan langsung keluar semua
datanya," ucap Deputi Penindakan KPK Pahala Nainggolan yang juga berada di konferensi
pers..

