Page 228 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 228
Menanggapi kabar tersebut, Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan
Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Aris
Wahyudi mengatakan, masih belum mengetahui secara pasti jadwal kedatangan 500 tenaga
kerja asing (TKA) China.
"Secara resmi tidak ada pemberitahuan lagi ke kami (dua perusahaan yang mengajukan
permohonan TKA), langsung ke pemerintah daerah," katanya dihubungi Kompas.com, Kamis
(18/6/2020).
Namun, Aris menegaskan bahwa sebelum kedatangan TKA ke Indonesia akan diperketat
prosesnya sesuai regulasi Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkum HAM).
"TKA ini harus dipastikan sehat. Jadi 14 hari di negara asal harus karantina. Karena itu sesuai
aturan Permenkum HAM No. 11 Tahun 2020, mereka (TKA) harus ada sertifikat kesehatan.
Berikutnya nanti 14 karantina di dalam negeri," ujarnya.
Jika memang masuk, Kemnaker akan mengawasi kedatangan 500 orang TKA begitu mereka
tiba, akan mengawasi kelengkapan dokumen mereka sebelum diterbangkan ke Konawe, Sultra.
"Kami hanya akan mengawasi bersama Tim Pora (pengawasan orang asing). Kita akan awasi
baik itu dokumen kesehatan maupun keimigrasian, itu harus dipenuhi," ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi berubah sikap soal tenaga kerja asing asal
China yang akan membangun smelter di daerahnya. Kini Ali mengizinkan para pekerja asing itu
datang ke Konawe, Sulawesi Tenggara , untuk bekerja.
Ali memperbolehkan masuknya 500 TKA asal China itu karena sudah ada izin dari pemerintah
pusat.
Hanya saja, Ali mensyaratkan semua TKA asal China yang masuk ke Sulawesi Tenggara harus
menjalani protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul " Awal Juli, 500 TKA Asal China Bakal
Datang ke Indonesia? ".

