Page 233 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 233

BANTAH TUDUHAN, VDNI PASTIKAN KEDATANGAN TKA CHINA KE SULTRA PAKAI
              VISA KERJA

              Konten Redaksi Kendarinesia  PT  Virtue  Dragon  Nickel  Industry (  VDNI  ) angkat bicara soal
              tudingan  Ketua  DPRD, Abdurrahman  Saleh,  yang  mempersoalkan  visa  kedatangan  500 TKA
              China  yang  direncanakan  akan  bekerja  di  Kawasan  Industri    Morosi    ,  Kabupaten  Konawe,
              Sulawesi Tenggara akhir Juni ini.

              External Affair Manager,  Indrayanto  , menyampaikan bahwa perusahaan sangat serius dan
              hati-hati dalam memenuhi prosedur mendatangkan 500 TKA China yang direncanakan akan
              datang secara bertahap.

              "Mereka  (TKA  China)  adalah  tenaga  ahli  yang  sudah  mendapatkan    RPTKA    (Rencana
              Penggunaan Tenaga Kerja Asing) dari Kemenaker, persetujuan  telex  visa dari Dirjen Imigrasi,
              dan  menggunakan  visa  312  (kerja)  bukan  211  (kunjungan)  seperti  yang  dituduhkan,"  kata
              Indrayanto  dalam keterangan tertulis, Kamis (18/6).

              Indrayanto  mengungkapkan bahwa 500 TKA China yang akan didatangkan secara bertahap
              adalah tenaga kerja kontraktor yang bertugas untuk memasang alat untuk pengerjaan  smelter
              nikel. Setelah itu, alat tersebut akan dioperasikan oleh tenaga kerja Indonesia yang sebelumnya
              sudah disekolahkan ke China.

              "Kontraktor  dari  China  ini  punya    skill    tersendiri,  mereka  para  ahli  ini  juga  akan  memberi
              petunjuk tentang bagaimana mengoperasikan dan bagaimana menghemat listrik. Putra-putri
              Indonesia belum ada pendidikan  ke arah  sana karena ini baru. Nantinya 500 TKA ini akan
              kembali  setelah  3  bulan,  paling  lama  6  bulan  sesudah  selesai  pemasangan  alatnya,"  jelas
              Indrayanto  .

              Sebelumnya, Plt Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja
              (  Binapenta  & PKK) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Aris Wahyudi, menyebut 500
              TKA  China  yang  rencananya  bekerja  di  Sultra  maksimal  diizinkan  bekerja  selama  6  bulan.
              Setelah itu, Kemenaker menyatakan TKA ini kembali ke negaranya.

              "Mereka kan orang asing yang baru masuk Indonesia dan bekerja di jangka pendek maksimal
              hanya selama 6 bulan. Sebab, izin yang kami berikan hanya selama itu," jelas Aris seperti yang
              dikutip dari berbagai sumber, Rabu (17/06).

              Aris  menambahkan,  kalau  para  TKA  ini  tidak  didatangkan  ke  Indonesia,  pekerjaan  akan
              mangkrak atau terganggu. Efek domino lainnya, kata Aris, sekitar 11 ribu pekerja Indonesia bisa
              terdampak dan dirumahkan. Sebab, senada dengan  Indrayanto  , tenaga kerja Indonesia belum
              bisa melakukan pekerjaan TKA ini karena mesin yang digunakan baru.

              "Bahkan, lulusan Fakultas Teknik belum tentu bisa mengerjakan pemasangannya kalau bukan
              ahlinya," tutupnya.
   228   229   230   231   232   233   234   235   236   237   238