Page 285 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 285

Ringkasan

              Data penerima bansos hingga saat ini belum memenuhi 100 persen kuota penyaluran yang
              disiapkan.  Sehingga,  anggaran  bansos  juga  baru  terserap  di  kisaran  90  persen. Pemerintah
              memastikan data para penerima bansos akan terus di-update sampai kuota terpenuhi. Juga,
              menjamin bantuan yang diberikan sama seperti mereka yang sudah mendapatkan lebih dahulu.

              Hal itu disampaikan Menteri Sosial Juliari Batubara  dalam keterangannya di kantor presiden
              kemarin (17/6). Dia menjelaskan, beberapa program bansos baru menjangkau 90 persen target
              keluarga penerima manfaat (KPM). Yang sudah 100 persen adalah Program keluarga Hara pan
              (PKH). Bulan ini pada termin pertama sudah menjangkau 9,543 juga KPM dengan nilai manfaat
              Rp 2,42 triliun. Sisanya disalurkan pada termin kedua bulan ini juga sehingga jumlahnya 10 juta
              KPM.


              DATA 20 JUTA PENERIMA BANSOS TAK SINKRON

              JAKARTA--Data penerima bansos hingga saat ini belum memenuhi 100 persen kuota penyaluran
              yang disiapkan. Sehingga, anggaran bansos juga baru terserap di kisaran 90 persen. Pemerintah
              memastikan data para penerima bansos akan terus di-update sampai kuota terpenuhi. Juga,
              menjamin bantuan yang diberikan sama seperti mereka yang sudah mendapatkan lebih dahulu.

              Hal itu disampaikan Menteri Sosial Juliari Batubara dalam keterangannya di kantor  presiden
              kemarin (17/6). Dia menjelaskan, beberapa program bansos baru menjangkau 90 persen target
              keluarga penerima manfaat (KPM). Yang sudah 100 persen adalah Program keluarga Hara pan
              (PKH). Bulan ini pada termin pertama sudah menjangkau 9,543 juga KPM dengan nilai manfaat
              Rp 2,42 triliun. Sisanya disalurkan pada termin kedua bulan ini juga sehingga jumlahnya 10 juta
              KPM.

              Sementara, program kartu sembako yang menargetkan 20 juta KPM, baru terealisasi 18,3 juta
              KPM. "Sebagian besar dari sisa target penerima manfaat ini berada di wilayah-wilayah yang
              memang remote atau tidak mudah terjangkau," terang Juli ari. Dia meyakinkan bahwa target
              tersebut bisa terpenuhi bulan depan.

              Program bansos sembako di wilayah Jabodetabek saat ini masuk tahap kelima dari enam tahap
              penyaluran untuk 1,9 juta KPM. Program itu akan dilanjutkan sampai Desember dengan nilai
              manfaat  yang  dikurangi  separuhnya.  Artinya,  antara  Juli-Desember,  per  bulannya  tiap  KPM
              hanya akan menerima sembako dengan nilai Rp300 ribu.

              Khusus DKI Jakarta, pemprov tidak akan memperpanjang program bansos sembako. Saat ini,
              penerima bansos sembako di DKI jakarta berjumlah 2,1 juta KPM, 1,3 juta KPM dari Kemensos
              dan 800 ribu dari Pemprov DKI. "Untuk Juli sampai Desember menjadi 1,3 juta keluarga dan
              akan dikelola seluruhnya oleh Kemensos," lanjut Juliari.

              Untuk bansos tunai, dari target 9 juta KPM, pendataan sudah mencapai 8,366 juta keluarga.
              Masih ada sekitar 634 ribu calon KPM yang sedang dimintakan datanya ke pemda. Realisasi
              penyalurannya bulan ini baru mencakup 6,597 juta KPM senilai Rp3,96 triliun. Juliari memastikan
              data KPM yang disusulkan bakal mendapat hakyang sama seperti mereka yang lebih dahulu
              menerima. "Nanti bisa dirapel * tambah politikus PDIP itu.
              Sementara Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir
              Effendy menyatakan ada 20 juta data kependudukan yang tak sinkron dengan data penerima
              bantuan sosial yang terdata dalam DTKS. "Selama pandemi Covid-19 ini, kita harap menjadi
              momentum  perbaiki  DTKS,  di  mana  masih  banyak  nomor  induk  kependudukan  yang  belum
              sinkron. Masih ada 20 juta nama yang belum sinkron," ujar Muhadjir.
   280   281   282   283   284   285   286   287   288   289   290