Page 286 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 286

Dia mengatakan, data ini akan menjadi sasaran untuk penyempurnaan data yang masuk DTKS
              sesuai  dengan  data  kependudukan.  Pihaknya  juga  bakal  merapikan  data  yang  berstatus
              inclusion error dan exclusion error, yakni orang miskin yang belum masuk dalam data penerima
              bantuan. Maupun kondisi sebaliknya, orang yang tidak miskin namun selama ini masuk dalam
              DTKS. "Bisa terjadi akibat perubahan status sosialnya. Nanti akan kami keluarkan," katanya.

              Sementara itu, Kementerian Desa menyalurkan BLT dana desa kepada 6,88 juta KPM. Cukup
              jauh dari simulasi awal sebanyak 12,347 juta KPM. "Karena memang kebanyakan BLT dana desa
              digunakan sebagai pengisi rongga kosong," terang Menteri Desa PDT Abdul Halim Iskandar. Bila
              ada yang tidak mendapatkan bansos tunai, PKH, atau BPNT, baru di-cover oleh BLT dana desa.

              Berbeda  dengan  bansos  lainnya,  BLT  desa  hanya  akan  mendapatkan  perpanjangan  sampai
              September. Nilainya separuh dari penyaluran saat ini. Sehingga, KPM hanya akan menerima
              Rp300 ribu per bulan antara Juli-September.

              Sementara itu, pemerintah memastikan pemda masih punya anggaran untuk dialokasikan pada
              sektor jaring pengaman sosial Covid-19. Triliunan dana APBD siap dikucurkan untuk menjamin
              daya beli masyarakat tetap terjaga. Di sisi lain, pemerintah pusat masih terus melengkapi kuota
              penerima bansos Covid-19 sampai 100 persen.

              Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, secara keseluruhan, pemda telah mengalokasikan
              anggaran APBD dengan total nilai Rp72,63 triliun. Anggaran tersebut terbagi untuk tiga hal.
              Anggaran kesehatan senilai Rp28,71 triliun (39,52 persen), jaring pengaman sosial Rp27,84
              triliun (38,3 persen), dan menahan dampak ekonomi senilai Rp 16,08 triliun (22,2 persen).

              Di luar itu, daerah masih punya cadangan berupa anggaran tidak terduga senilai Rp23 triliun.
              'Ini cadangan daerah-daerah dalam rangka menghadapi tiga hal itu ke depan," terang Mendagri
              Uto Kamavian.

              Terpisah, selain masyarakat miskin, bansos presiden akhirnya juga dialihkan ke pekerja/ buruh
              yang terkena PHK dan dirumahkan di wilayah Jabodetabek. Setidaknya, sekitar 223.213 paket
              bansos presiden bakal diberikan kepada pekerja/buruh di seputar Jabodetabek.

              Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  menyatakan,  penyerahan  bansos  ini
              merupakan wujud perhatian pemerintah kepada pekerja/ buruh yang ter-PHK dan dim-mahkan.
              Pihaknya berkomitmen untuk memberikan perhatian besar pada pemenuhan kebutuhan pokok
              dan meningkatkan daya beli masyarakat.

              Diakuinya,  sektor  pekerja/  buruh  jadi  salah  satu  yang  paling  terdampak.  Berdasarkan  data
              Kemenaker per 27 Mei 2020, sektor formal pekerja/buruh yang dirumahkan dan di-PHK masing-
              masing sebanyak 1.058.284 orang dan 380.221 orang. Kondisi yang sama juga terjadi di sektor
              informal. Sekitar 318.595 orang yang terpaksa kehilangan pekerjaan karena pandemi ini.

              Tak  hanya  pekerja  dalam  negeri,  100  ribu  pekerja  migran  Indonesia  (PMI)  terpaksa  tak
              diperpanjang  kontrak  kerjanya.  Jumlah  tersebut  disebutnya  akan  terus  bertambah  sampai
              Agustus 2020. Sementara, calon PMI yang pemberangkatannya ditunda mencapai 30 ribu orang.

              "Jadi  kami  mengerti  sekali  bagaimana  temen-temen  serikat  pekerja,  serikat  buruh  yang  di
              dalamnya temen-temen buruh menghadapi pandemi ini," ujarnya saat melakukan penyerahan
              bansos presiden secara simbolik pada serikat pekerja kemarin.
              Menurutnya, berbagai langkah telah dilakukan dalam menanggulangi dampak pandemi ini. Salah
              satunya,  melalui  program  Kartu  Prakerja  yang  dilaksanakan  Kemenaker.  Program  tersebut
              desainnya tidak hanya untuk peningkatan kompetensi tetapi juga disisipkan social safety net.
              (byu/mia)
   281   282   283   284   285   286   287   288   289   290   291