Page 53 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 53

Judul               KPK Minta Kartu Prakerja Dihentikan
                 Nama Media          Jawa Pos

                 Newstrend           Kartu Pra Kerja
                 Halaman/URL         Pg12
                 Jurnalis            ONI
                 Tanggal             2020-06-19 04:21:00
                 Ukuran              205x187mmk
                 Warna               Halaman Hitam/Putih
                 AD Value            Rp 89.175.000
                 News Value          Rp 267.525.000
                 Kategori            Ditjen Binalattas
                 Layanan             Korpo
                 Sentimen            positive



              Narasumber

              positive  -  Alexander  Marwata  (Wakil  Ketua  KPK)  Penggunaan  NIK  dan  keanggotaan
              BPJAMSOSTEK sudah memadai


              positive  -  Panji  Winanteya  Ruky  (Direktur  Komunikasi,  Kemitraan,  dan  Pengembangan
              Ekosistem PMO Kartu Prakerja) Salah satunya adalah dengan meninjau kembali payung hukum
              yangada. Seperti di pendaftaran dan kepesertaan



              Ringkasan

              Program kartu prakerja benar-benar merembet ke ranah hukum. Kemarin KPK meminta program
              tersebut  dihentikan  sementara.  Pemerintah  harus  mengevaluasi  pelaksanaan  gelombang  1
              hingga III yang telanjur bergulir.

              Hal  itu  merujuk  hasil  kajian  KPK  yang  dilakukan  selama  tiga  pekan.  Wakil  Ketua  KPK
              AlexanderMar-watamengatakan,  pihaknya  mengidentifikasi  sejumlah  persoalan  dalam  empat
              aspek terkait pelaksanaan prakerja. Empat aspek yang dimaksud adalah proses pendaftaran,
              kemitraan dengan platform digital, materi pelatihan, dan pelaksanaan program.


              KPK MINTA KARTU PRAKERJA DIHENTIKAN

              Program kartu prakerja benar-benar merembet ke ranah hukum. Kemarin KPK meminta program
              tersebut  dihentikan  sementara.  Pemerintah  harus  mengevaluasi  pelaksanaan  gelombang  1
              hingga III yang telanjur bergulir.

              Hal  itu  merujuk  hasil  kajian  KPK  yang  dilakukan  selama  tiga  pekan.  Wakil  Ketua  KPK
              AlexanderMar-watamengatakan,  pihaknya  mengidentifikasi  sejumlah  persoalan  dalam  empat
              aspek terkait pelaksanaan prakerja. Empat aspek yang dimaksud adalah proses pendaftaran,
              kemitraan dengan platform digital, materi pelatihan, dan pelaksanaan program.

              Terkait proses pendaftaran, Alex menyebutkan, sejatinya ada 1,7 juta pekerja yang terkena
              pemutusan  hubungan  kerja  (PHK).  Data  itu  berasal  dari  Kementerian  Ketenagakerjaan
   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58