Page 57 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 57

Rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dirilis Kamis (18/6) hanya berselang
              sepekan setelah Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyampaikan hasil advokasi atas
              isu serupa terkait dengan implementasi program Kartu Prakerja.

              Jika KPK meminta program Kartu Prakerja dihentikan karena terindikasi ada tata kelola yang
              tidak  berjalan  secara  baik,  KPPU  justru  berpandangan  bahwa  program  Kartu  Prakerja  bisa
              dilanjutkan karena menilai tidak ada pelanggaran hukum persaingan usaha dalam pelaksanaan
              program itu.
              Tentu saja, sudut pandang dari dua kacamata lembaga itu tidak untuk diperdebatkan. KPK lebih
              menyoroti mengenai mekanisme penyediaan barang dan jasa dalam Kartu Prakerja yang tidak
              sesuai prosedur. Sementara itu, KPPU mengawasi mekansime persaingan usaha antarpenyedia
              platform pelatihan online program itu.
              Tantangan  sekarang  berada  di  manajemen  pelaksana  program  Kartu  Prakerja  untuk
              mengakomodasi rekomendasi KPK dan hasil kajian KPPU agar program itu berjalan lebih baik
              lagi.

              Menurut  Komisioner  KPK  Alexander  Marwata,  penyelenggara  program  Kartu  Prakerja  perlu
              melakukan perbaikan tata kelola program.

              "Menunda  pelaksanaan  [Kartu  Prakerja]  batch  4  sampai  dilaksanakan  perbaikan  tata  kelola
              program Kartu Prakerja," katanya dalam konferensi pers, Kamis (18/6).

              Dia  menuturkan  metode  pelaksanaan  pelatihan  online  melalui  program  Kartu  Prakerja
              berpotensi fiktif, tidak efektif, dan merugikan keuangan negara.

              Hal itu dikarenakan metode pelatihan hanya satu arah dan tidak memiliki mekanisme kontrol
              atas penyelesaian pelatihan yang sesungguhnya oleh peserta.

              KPK juga mendapatkan sejumlah temuan ihwal lembaga pelatihan yang menerbitkan sertifikat,
              meski peserta belum menyelesaikan keseluruhan paket pelatihan yang telah dipilih.


              "Peserta sudah mendapatkan insentif meskipun belum menyelesaikan seluruh pelatihan yang
              sudah  dibeli,  sehingga  negara  tetap  membayar  pelatihan  yang  tidak  diikuti  oleh  peserta,"
              katanya.

              Lebih  lanjut,  Alexander  mengatakan  hasil  kajian  dan  rekomendasi  KPK  tersebut  sudah
              disampaikan kepada pemangku kepentingan terkait Kartu Prakerja pada 28 Mei 2020.

              ADVOKASI KPPU

              Sepekan sebelumnya, KPPU menyatakan tidak menemukan adanya indikasi pelanggaran hukum
              persaingan usaha dalam pelaksanaan program Kartu Prakerja.

              Menurut Juru bicara KPPU Guntur Saragih, proses advokasi yang dilakukan KPPU menghasilkan
              adanya iktikad baik oleh manajemen pelaksana program untuk memperbaiki sistem pengelolaan
              Kartu Prakerja, khususnya dalam hal penerapan prinsip-prinsip persaingan usaha yang sehat.

              Prinsip persaingan usaha sehat itu seperti meninjau kontrak kerja sama untuk memastikan tidak
              terjadinya diskriminasi oleh platform digital kepada lembaga pelatihan lain.
              Selain itu, manajemen juga melakukan peninjauan dan persetujuan atas besaran komisi jasa.
              Tidak hanya itu, peninjauan juga dilakukan terhadap pengaturan standar kualitas minimal untuk
              pelatihan yang layak ditawarkan melalui program itu.
   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62