Page 58 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 58

Guntur  menilai  pihak  manajemen  pelaksana  menyatakan  terbuka  untuk  meninjau  ulang
              kebijakan yang dibuat, jika KPPU menemukan adanya dugaan pelanggaran persaingan usaha,
              khususnya perilaku diskriminatif

              Rekomendasi KPK

              Manajemen pelaksana telah memperbaiki sistem pengelolaan Kartu Prakerja, khususnya dalam
              hal penetapan prinsip-prinsip persaingan usaha yang sehat, seperti meninjau kontrak kerja sama
              untuk memastikan tidak terjadinya diskriminasi oleh platform digital kepada lembaga pelatihan
              lain.

              Manajemen melakukan peninjauan dan persetujuan atas besaran komisi jasa.

              Memperbaiki dan mengatur standar kualitas minimal untuk pelatihan yang layak ditawarkan
              dalam program Kartu Prakerja. Manajemen pelaksana terbuka untuk meninjau ulang kebijakan,
              jika  KPPU  menemukan  adanya  dugaan  pelanggaran  persaingan  usaha,  khususnya  perilaku
              diskriminatif yang dilakukan oleh platform digital kepada lembaga pelatihan lain atau lembaga
              pelatihan yang tidak terafiliasi dengan platform digital.

              Dua lembaga negara memberikan 'rekomendasi atas pelaksanaan program Kartu Prakerja yang
              sempat menuai polemik.
              Penunjukan delapan mitra program Kartu Prakerja tidak melalui mekanisme pengadaan barang
              dan jasa.

              Penunjukan 5 platform dari 8 platform digital sarat akan konflik kepentingan. Delapan platform
              itu  Tokopedia,  Buka  lapak,  Sklll  academy  (Ruangguru),  MauBelajarApa.com,  Pintaria,
              Sekolahmu, Pijar Mahir, dan Sisnaker (Sistem Informasi Ketenagakerjaan).

              Sebanyak  250  pelatihan  dari  1.895  pelatihan  yang  tersedia  adalah  milik  Lembaga  Penyedia
              Pelatihan  yang  memiliki  konflik  kepentingan  dengan  platform  digital.  yang  dilakukan  oleh
              platform  digital  kepada  lembaga  pelatihan  lain  atau  lembaga  pelatihan  yang  tidak  terafiliasi
              dengan platform digital.

              Awal  Juni  lalu,  lembaga  survei  Indikator  merilis  hasil  kajian  terkait  dengan  program  Kartu
              Prakerja. Sebanyak 38,7% responden tidak setuju dengan program pelatihan online melalui
              Kartu Prakerja dan 10,2% menyatakan sangat tidak setuju.

              Adapun, 25,3% responden setuju dengan program tersebut, dan 4,5% sangat setuju.

              Jika digabungkan antara yang bernada setuju dan tidak setuju, 48,9% responden tidak setuju.
              Sedangkan kelompok yang setuju 29,8%. Ada 21,4% lainnya yang memilih tidak tahun dan
              tidak menjawab.
              Mereka yang tidak setuju memiliki pandangan agar alokasi anggaran dalam pelatihan online
              Kartu  Prakerja  itu  dipakai  untuk  memenuhi  kebutuhan  sembako  masyarakat.  Ada  sebanyak
              sebanyak 34% responden yang menyatakan soal pemenuhan kebutuhan sembako ini.

              Sementara itu, 32,3% lainnya memilih anggaran itu dipakai sebagai bantuan tunai masyarakat
              yang terdampk pandemi. Selebihnya, sebanyak 11,5% responden bependapat agar pelatihan
              online dialihkan untuk kegiatan pelatihan praktis di lapangan.

              Lalu, sebanyak 8,9% lainnya berpendapat agar anggaran program pelatihan online itu dipakai
              membantu usaha mikro, kcil, dan menengah (UMKM), dan sebanyak 7,9% mengusulkan untuk
              memperkuat program padat karya, fM.C. Nmiariza! Ftmandtz) B
   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63