Page 316 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 NOVEMBER 2021
P. 316

buruh,  tapi  juga  berpikir  atau  memperhatikan  ke  mampuan  perusahaan  dan  kondisi
              perekonomian nasional. Masih ada waktu, karena penetapan upah minimum paling lambat 21
              November mendatang



              Ringkasan

              Ribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) mendatangi Kantor
              Gubernur Banten, Selasa (2/11), untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait upah minimum
              tahun 2022. Namun sayang, ribuan buruh yang mayoritas berasal dari Tangerang Raya gagal
              menemui Gubernur Banten Wahidin Halim. Mereka hanya disambut Asda II Pemprov Banten dan
              Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Banten.


              RIBUAN BURUH KECEWA

              Ribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) mendatangi Kantor
              Gubernur Banten, Selasa (2/11), untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait upah minimum
              tahun 2022.

              Namun  sayang,  ribuan  buruh  yang  mayoritas  berasal  dari  Tangerang  Raya  gagal  menemui
              Gubernur Banten Wahidin Halim. Mereka hanya disambut Asda II Pemprov Banten dan Kepala
              Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Banten.

              Lantaran  tidak  ditemui  gubernur,  pimpinan  serikat  buruh  akhirnya  menolak  menyampaikan
              aspirasi  mereka  kepada  pejabat  di  lingkungan  Pemprov  Banten.  Ribuan  buruh  akhirnya
              melakukan  aksi  blokir  jalan  raya  Palima-  Pakupatan  sebagai  bentuk  kekecewaan,  yang
              menyebabkan kemacetan panjang.

              Pantauan Radar Banten, ribuan buruh tiba di Kantor Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang
              sekira pukul 14.00 WIB. Mereka membawa ratusan spanduk yang berisi aspirasi serikat buruh
              yang menuntut kenaikan upah buruh tahun depan. Aksi buruh mendapat pengawalan ketat dari
              aparat kepolisian yang menjaga sejak siang akses utama menuju kantor Gubernur.

              "Tahun 2021 upah buruh tidak dinaikan akibat pandemi Covid-19, tahun depan kami ingin ada
              keadilan untuk buruh. Tapi sayang, Pak Gubernur justru tidak peduli terhadap nasib buruh," kata
              salah  seorang  pimpinan  buruh  dalam  orasinya.  Ia  melanjutkan,  kedatangan  buruh  untuk
              menagih janji gubernur, yang akan memperjuangkan hak-hak para buruh.

              "Kita  datang  dari  jauh,  dari  Tangerang,  Cilegon,  Lebak,  Pandeglang  hanya  untuk  bertemu
              dengan orangtua kita, bapak kita Gubernur Banten. Tapi sayang, orang nomor satu di Banten
              ternyata mendelegasikan kepada Asda II dan Kepala Disnakertrans. Maka kita menolak berbicara
              selain dengan Gubernur," bebernya. Semenjak Wahidin Halim jadi Gubernur Banten, kata dia,
              tidak  pernah  sekali  pun  bersedia  menemui  buruh  seberapa  pun  penetapan  upah  minimum.
              Padahal, banyak aspirasi buruh yang harus didengar oleh Gubernur pilihan mayoritas buruh di
              Banten pada Pilgub Banten 2017 lalu.

              "Semenjak beliau terpilih menjadi gubernur, tidak pernah sekali pun mau bertemu dengan buruh-
              buruh di Banten ini. Artinya apa? Kita tidak dimanusia wikan oleh beliau, jadi wajar kalau kita
              mencabut dukungan politik kepada orang yang tidak memanusiawikan buruh," pungkasnya.
              Sementara  itu,  Presidium  Aliansi  Buruh  Banten  Bersatu  (AB3),  Dedi  Sudarajat  mengatakan,
              buruh datang ke Kantor Gubernur untuk dialog dan menyampaikan aspirasi, terkait besaran upah


                                                           315
   311   312   313   314   315   316   317   318   319   320   321