Page 56 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 JANUARI 2020
P. 56
rumah penampungan ilegal ke Rumah Penampungan dan Trauma Center (RPTC)
Kementrian Sosial, di Bambu Apus, Jakarta Timur.
Mereka akan didata dan dimintai keterangannya oleh pengawas ketenagakerjaan.
Dari keterangan para TKW , mereka direkrut oleh calo atau sponsor dengan
diberikan imbalan Rp 3 juta hingga Rp 10 juta, dan TKW tidak mengetahui
perusahaan mana akan menempatkan mereka.
87 TKW yang berhasil diselamatkan 3 di antaranya tetap bersikeras untuk bekerja
di luar negeri, dan akan mengurus dokumen secara resmi sesuai prosedural
penempatan oleh Deputi Perlindungan, dan sesuai dengan job order negara tujuan.
Sementara 84 di antaranya memilih pulang ke kampung halaman.
TKW asal NTB masing-masing 33 orang asal Lombok Tengah, 30 orang asal
Lombok Barat, 15 orang asal Lombok Timur, dan masing-masing 3 orang asal
Sumbawa dan Kota Mataram.
Hari ini mereka dijadwalkan pulang dan menuju Lembaga Pelayanan Satu Atap
(LTSP) NTB sebelum dipulangan ke kampung halaman mereka masing-masing.
SP Mataram Desak Kepmen 260/2015 Dicabut Solidaritas Perempuan (SP)
Mataram menilai, kasus 84 TKW yang dipulangkan ini merupakan dampak dari
Keputusan Menteri Ketenagakerjaan 260/2015 yang tetap dipertahankan.
Sedangkan, banyak masyarakat yang terus berangkat ke Timur Tengah dengan
berbagai alasan dan menjadi TKW di sana.
"Menurut kami di SP, kami menuntut Kepmen itu dicabut karena itu sumber
diskriminasi terhadap perempuan," kata Wadiah, anggota SP Mataram.
"Karena menurut hasil analisis kami masyarakat kita banyak yang memilih ke Timur
Tengah dan menjadi PRT, tetapi bagaimana pemerintah menjamin terhadap
perlindungan mereka," lanjut dia.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "87 TKW asal NTB Batal ke
Timur Tengah, Dipulangkan karena Ilegal".
Page 55 of 98.

