Page 58 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 JANUARI 2020
P. 58
"Saham kita LQ45.
Full LQ 45. Jadi kami enggak mau main yang 'goreng-gorengan'," ujar Amran di
Jakarta, Selasa (14/1).
Amran menjelaskan meskipun ada saham yang saat ini tidak berstatus LQ45, ia
memastikan bahwa saham tersebut sebelumnya sempat masuk ke daftar saham
LQ45.
Salah satu contoh saham yang tidak lagi berstatus LQ45 adalah PT Garuda
Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).
"Kami ada (saham) di Garuda kecil. Terus terang sedikit karena BUMN, kan. Dulu
dia LQ45 sekarang sudah tidak, keluar. Itu jumlahnya 1,89 persen," ujarnya.
Menurut Amran, saham berstatus LQ45 memiliki kepastian return alias imbal hasil
yang jelas. Berbeda dengan saham gorengan yang memiliki risiko jauh lebih besar.
Pada tahun lalu, total dana kelola BP Jamsostek mencapai Rp431 triliun. Sebanyak
18 persen dana kelola diinvestasikan ke pasar saham.
Lain halnya dengan BP Jamsostek, mengutip Kontan, berdasarkan data Kustodian
Sentral Efek Indonesia (KSEI), hingga November 2019 Asabri punya portofolio di 14
saham dengan kepemilikan di atas 5 persen.
Sementara itu, Jiwasraya tercatat memiliki saham di antaranya pada PT PP Properti
Tbk (PPRO) yang bernilai Rp1,03 triliun pada 1 Januari 2018. Nilai saham itu tinggal
Rp556,7 miliar pada 10 Oktober 2018. Artinya, nilai saham PPRO milik Jiwasraya
turun sekitar Rp473,21 miliar.
(fef).
Page 57 of 98.

