Page 73 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 JANUARI 2020
P. 73

Title          BURUH MERASA DITINGGAL JOKOWI DALAM PEMBAHASAN OMNIBUS LAW
                Media Name     cnnindonesia.com
                Pub. Date      16 Januari 2020
                               https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200116172113-92-466017/buruh-me rasa-
                Page/URL
                               ditinggal-jokowi-dalam-pembahasan-omnibus-law
                Media Type     Pers Online
                Sentiment      Negative









               Jakarta - Aliansi Serikat  Buruh  mengadu ke Komisi IX  DPR  terkait Rancangan
               Undang-Undang (RUU) Cipta Tenaga Kerja. Koordinator Gerakan Kesejahteraan
               Nasional (GEKANAS) Abdullah mengatakan pengaduan dilakukan karena pemerintah
               Jokowi  tidak pernah meminta pendapat ataupun membuka ruang diskusi dengan
               buruh terkait perumusan ruu tersebut.

                "Selama ini serikat pekerja tidak dilibatkan. Kami mengharapkan untuk diadakan
               dialog dengan pemerintah, berikan ruang bagi kami untuk mengawal rancangan uu
               tersebut," ujarnya di Gedung DPR, Kamis (16/1).

                Abdullah mengatakan pelibatan buruh penting. Pasalnya RUU Cipta Kerja bakal
               mempengaruhi dan menentukan nasib buruh ke depan.

                  Karena pengaruh itulah, pihaknya memandang buruh memiliki hak dalam
               memberikan suara terkait pembuatan ruu tersebut.


                 "Ada kecemasan kolektif manakala pemerintah (berpotensi) membuat Omnibus
               Law yang hanya mendukung kaum kapital. Kami ingin mengawal, agar jangan
               sampai gadaikan kepentingan rakyat hanya karena kepentingan investasi," tuturnya.

                Selain meminta ruang berdiskusi, Abdullah juga menegaskan rencana penerbitan
               UU Omnibus Law Cipta Kerja telah salah tempat. Pasalnya, RUU Omnibus Law tidak
               sepantasnya diberlakukan kepada undang-undang terkait ketenagakerjaan yang
               bersifat privat.

                "Ciri khas UU Ketenagakerjaan bersifat privat. Tidak bisa disamakan pidana dan
               perdata, maka seharusnya ketenagakerjaan tidak masuk  omnibus law  ," tegasnya.

                Kecemasan tersebut, lanjut Abdullah timbul karena beberapa aturan yang
               rencananya dicanangkan pemerintah dinilai meresahkan dan merugikan para buruh.

                 Sekjen Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan (FSP KEP KSPI)
               Bambang Suyono kemudian menyebutkan beberapa masalah yang timbul dari ruu
               tersebut. Salah satunya, rencana perubahan upah bulanan menjadi upah per jam.

                "Soal pengupahan akan diubah upah per jam, banyak buruh yang resah. Selain itu,
               kami juga menolak pesangon akan dikurangi, berkurangnya jaminan sosial,



                                                       Page 72 of 98.
   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77   78