Page 68 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 JANUARI 2020
P. 68
"Banyak yang dibakar di sana, tapi alhamdulillah Ayo masih ada yang ngurus,
dimakamin secara Islam di sana sama KBRI, padahal dia ilegal, saya masih
bersyukur sekali," ujarnya.
Diceritakan Cartini, pemerintah Jepang juga membiayai biaya rumah sakit Ayo
Sunaryo selama dirawat 20 hari di sana.
Lain halnya dengan sponsor yang memberangkatkan Ayo Sunaryo , disebutkan
Cartini tidak ada ucapan turut berduka cita maupun pemberitahuan sama sekali atas
meninggalnya adiknya itu kepada keluarga.
Dalam hal ini, ia mengaku tidak tahu mesti merasa bahagia atau sedih.
Di sisi lain, pihak keluarga sangat terpukul karena Ayo Sunaryo tidak bisa
dipulangkan ke Indonesia.
Jika ingin memulangkan dan memakamkan Ayo Sunaryo ke kampung halaman,
keluarga mesti menyiapkan biaya sendiri sebesar Rp 250-300 juta.
"Dampak dari ilegal ini sih, jadi tidak ada yang mengurus. Terus katanya kalau ibu
punya uang Rp 250 atau Rp 300 juta iya boleh dibawa pulang, tapi saya cari uang
segitu banyak dari mana," ujarnya..
Page 67 of 98.

