Page 64 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 JANUARI 2020
P. 64
"Waktu di sini dia gak pernah cerita sakit, tiba-tiba saja bilang sakit kepala, terus
besoknya langsung koma dibawa ke rumah sakit sampai meninggal dunianya," ujar
dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di rumah duka, Kamis (16/1/2020).
Cartini mengatakan, mendapat kabar adiknya sakit itu dari rekan Ayo Sunaryo
yang sesama TKI di Jepang .
Sementara kabar Ayo Sunaryo meninggal dunia disampaikan pihak Kedutaan Besar
Republik Indonesia (KBRI) di Jepang.
Hanya saja, yang membuat keluarga terpukul ialah jasad Ayo Sunaryo rupanya
tidak bisa dipulangkan ke Indonesia.
Kendala biaya karena tidak ada pihak yang menanggung biaya meninggal nya
Ayo Sunaryo membuat keluarga hanya bisa pasrah.
Disampaikan Cartini, Ayo Sunaryo merupakan TKI ilegal di Jepang , dia
berangkat menggunakan visa turis pada 2017.
Hal itu yang mengakibatkan Ayo Sunaryo tidak mendapat bantuan apapun dari
pemerintah, termasuk untuk pemulangan jasad ke Indonesia.
Pihak keluarga diketahui mesti mengeluarkan biaya pribadi sebesar Rp 250-300 juta
untuk pemulangan jasad Ayo Sunaryo jika ingin dikuburkan di Indonesia.
"Dampak dari ilegal ini sih, jadi tidak ada yang mengurus. Terus katanya kalau ibu
punya uang Rp 250 atau Rp 300 juta iya boleh dibawa pulang, tapi saya cari uang
segitu banyak dari mana," ujarnya.
Kini, jasad Ayo Sunaryo sudah di makamkan di Jepang , keluarga pun
disampaikan Cartini tidak mengetahui secara pasti lokasi pemakaman Ayo Sunaryo
di sana.
"Kalau saya sih pengen dibawa pulang, walaupun orangnya sudah gak ada ya saya
pengen dibawa pulang, dimakamin di sini," ujarnya..
Page 63 of 98.

