Page 66 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 JANUARI 2020
P. 66
Terlebih saat pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) mengirimi keluarga
video pemakaman Ayo Sunaryo di Jepang.
Tangis keluarga saat itu diceritakan Cartini pecah seketika dan tak berhenti hingga
prosesi pemakaman berakhir.
Kesedihan keluarga juga ditambah dengan banyak tetangga sekampung yang
menanyakan kenapa Ayo Sunaryo tidak dibawa pulang.
"Perasaannya itu saya sakit hati sekali setiap melihat video-video Ayo, dia
berangkatnya itu kan lagi sembuh, ganteng terus sekarang udah gak ada, wujudnya
juga gak ada karena dikubur di sana," ujar dia.
Pantauan Tribuncirebon.com, sorot mata wanita paruh baya itu tampak berkaca-
kaca saat menceritakan kejadian yang menimpa adik yang selama ini dia asuh
sedari kecil.
Ia juga tidak kuasa menahan raut kesedihan saat menunjukkan kembali video Ayo
Sunaryo saat dimakamkan beberapa hari yang lalu di Jepang.
Bulir air mata pun terlihat dari sela-sela sorot mata Cartini mengenang adik yang
kini sudah tiada.
Cartini mengaku menyesal tidak bisa membawa adiknya itu pulang ke kampung
halaman sehingga terpaksa dimakamkan di Jepang .
"Saya itu orang tidak punya, mau punya rumah juga dulu harus kerja dulu di Arab
8 tahun baru punya rumah, gak berdaya dek saya tuh," ujar dia..
Page 65 of 98.

