Page 79 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 JANUARI 2020
P. 79
tetap memiliki kewajiban untuk memulangkan warganya yang meninggal dunia ke
tanah air.
Dengan catatan, harus ada permintaan atau permohonan dari pihak keluarga
kepada pemerintah dan pemerintah akan menindaklanjuti ke negara penempatan.
," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Kamis (16/1/2020).
Hal tersebut juga dipertegas setelah SBMI Cabang Indramayu berkonsultasi
dengan Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum
Indonesia Kementerian Luar Negeri.
Hasilnya menyatakan, TKI ilegal tetap bisa dipulangkan ke tanah air karena sudah
menjadi kewajiban negara.
Selain itu, Juwarih mempertanyakan dasar hukum terkait adanya permintaan uang
dalam jumlah besar kepada pihak keluarga untuk biaya pemulangan Ayo Sunaryo .
"Uang sebesar Rp 250 juta itu untuk apa? Kita juga harus mempertanyakan kalau
misal dia ilegal, uang mengenai pajak itu tidak sampai segitu," lanjut Juwarih.
SBMI Cabang Indramayu menduga, nominal uang sebesar Rp 250-300 juta yang
diminta kepada pihak keluarga bukan berasal dari pemerintah melainkan dari pihak
swasta.
"Ya asumsi saya seperti itu, karena itu sebenarnya bisa dipulangkan, saya juga
tidak tahu apa alasannya teman-teman di Jepang itu yang ngurus jenazah
mengatakan tidak bisa dipulangkan, itu dasarnya apa," ujarnya.
Dalam hal ini, SBMI Cabang Indramayu menyayangkan adanya kejadian tersebut,
padahal pihak keluarga sudah diberi pengertian sebelumnya terkait prosedural
pemulangan jenazah.
Sementara itu, Juwarih menekankan agar setiap warga negara Indonesia yang
hendak bekerja ke luar negeri sebaiknya melalui jalur resmi.
Hal ini penting diingat untuk mengurangi risiko-risiko yang bisa saja terjadi
menimpa para pekerja di negara penempatan oleh oknum-oknum yang tidak
bertanggung jawab.
"Permasalahan ini memang tidak ada habisnya. Kembali lagi alasanya itu karena
urusan perut, dan lain-lain, tapi kan kalau ada risiko kembali lagi ke mereka, mereka
yang harus menanggung," ujarnya..
Page 78 of 98.

