Page 83 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 JANUARI 2020
P. 83
Sebanyak 31 paket pelatihan tersebut terdiri atas 29 paket dilaksanakan di BLK
kawasan Randusari, Kecamatan Teras, dan dua paket lainnya melalui Mobile
Training Unit (MTU). Paket itu, terbagi dalam berbagai jenis pelatihan, salah satunya
menjahit.
"Delapan paket program terdiri dari enam paket menjahit komponen pakaian dan
dua lainnya paket menjahit sesuai 'style'," katanya.
Dia menjelaskan untuk menjahit komponen pakaian program khusus, artinya
konsumsinya untuk pekerja konveksi.
Namun, katanya, paket menjahit pakaian sesuai model, belajarnya mulai dari
membuat pola, memotong, dan kemudian menjahit.
Selain itu, kata dia, ada program paket pelatihan otomotif, teknik manufaktur,
bisnis manajemen, teknologi informasi dan komunikasi, desain grafis, teknik
elektronika, teknik refrigasi, kejuruan bangunan, las, dan pemrosesan pertanian.
"Pada program paket pelatihan BLK Boyolali dibatasi setiap kelas yang diterima
harus sebanyak 16 peserta," katanya.
Pada tahap pertama tahun ini, pihaknya telah melaksanakan program MTU di
empat desa yakni Jaten, Kecamatan Klego dengan pelatihan menjahit, Banyu Urip
(Klego) dengan pelatihan tata boga, sedangkan Bangak (Banyudono) difokuskan
untuk peserta kaum disabilitas. Kelompok Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia
(HARPI) Kabupaten Boyolali di Desa Ngargosari, Kecamatan Ampel.
Dia mengatakan masa pendaftaran pelatihan di BLK Boyolali sudah dibuka,
sedangkan pelatihan akan dimulai Februari 2020 tanpa dipungut biaya.
Anggaran kegiatan bersumber dari APBN sekitar Rp2,3 miliar dan APBD yang terdiri
atas pendidikan dan keterampilan Rp156.055.000, pengadaan sarana prasarana
pendidikan Rp183.059.000, serta pemeliharaan rutin Rp25.993.000.
"Kami berharap masyarakat yang mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh
dan manfaatkan hasil keterampilan untuk menunjang masa depan," katanya.
Page 82 of 98.

