Page 86 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 JANUARI 2020
P. 86

Tindakan itu dilajukan berdasarkan surat keputusan Menakertrans nomor 260/2015
               tentang penghentian dan pelarangan Tenaga Kerja Indonesia pada penguna
               perseorangan di negara-negara terlarang untuk Pekerja Mingran Indonesia (PMI).

               "Mereka dipulangkan karena tidak berdokumen berangkat secara unprosedural atau
               ilegal," kata Agus.

               Berdasarkan data yang dihimpun dari surat Kementrian Ketenagakerjaan pada
               Gubernur NTB, para TKW yang akan dikirim ke Timur Tengah itu, diamankan dari
               rumah penampungan ilegal ke Rumah Penampungan dan Trauma Center (RPTC)
               Kementrian Sosial, di Bambu Apus, Jakarta Timur, untuk didata dan dimintai
               keterangannya oleh pengawas ketenagakerjaan.

               Dari keterangan para TKW, mereka direkrut oleh calo atau sponsor dengan
               diberikan imbalan Rp 3 juta hingga Rp 10 juta, dan TKW tidak mengetahui
               perusahaan mana akan menempatkan mereka.


               87 TKW yang berhasil diselamatkan 3 di antaranya tetap bersikeras untuk bekerja di
               luar negeri, dan akan mengurus dokumen secara resmi sesuai prosedural
               penempatan oleh Deputi Perlindungan, dan sesuai dengan job order negara tujuan.


               Sementara 84 di antaranya memilih pulang ke kampung halaman.

               TKW asal NTB masing-masing 33 orang asal Lombok Tengah, 30 orang asal Lombok
               Barat, 15 orang asal Lombok Timur, dan masing-masing 3 orang asal Sumbawa dan
               Kota Mataram.

               Hari ini mereka dijadwalkan pulang dan menuju Lembaga Pelayanan Satu Atap
               (LTSP) NTB sebelum dipulangan ke kampung halaman mereka masing-masing.

               SP Mataram Desak Kepmen 260/2015 Dicabut

               Solidaritas Perempuan (SP) Mataram menilai, kasus 84 TKW yang dipulangkan ini
               merupakan dampak dari Keputusan Menteri Ketenagakerjaan 260/2015 yang tetap
               dipertahankan.

               Sedangkan, banyak masyarakat yang terus berangkat ke Timur Tengah dengan
               berbagai alasan dan menjadi TKW di sana.

               "Menurut kami di SP, kami menuntut Kepmen itu dicabut karena itu sumber
               diskriminasi terhadap perempuan," kata Wadiah, anggota SP Mataram.

               "Karena menurut hasil analisis kami masyarakat kita banyak yang memilih ke Timur
               Tengah dan menjadi PRT, tetapi bagaimana pemerintah menjamin terhadap
               perlindungan mereka," lanjut dia.










                                                       Page 85 of 98.
   81   82   83   84   85   86   87   88   89   90   91