Page 91 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 JANUARI 2020
P. 91

urusan pemerintahan di bidang ketenagakerjaan/Menteri Ketenagakerjaan (Pasal 3
               Ayat 1)," ungkap Ahmad Salabi.

               Ahmad Salabi menambahkan bahwa BP2MI memiliki tugas melaksanakan kebijakan
               pelayanan dalam rangka Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran secara
               terpadu (Pasal 4) yang dalam pelaksanaan tugasnya dipimpin oleh seorang Kepala
               dengan Jabatan Pimpinan Tinggi Utama.

               Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, BP2MI Menyelenggarakan
               fungsi antara lain : (a) Pelaksanaan kebijakan di bidang penempatan  dan
               pelindungan PMI, (b) pelaksanaan pelayanan dan PMI, (c) penerbitan dan
               pencabutan surat izin perekrutan PMI, (d) penyelenggaraan pelayanan penempatan,
               (e) pengawasan pelaksanaan pelayanan jaminan sosial, (f) pemenuhan hak PMI, (g)
               pelaksanaan verifikasi dokumen PMI, (h) pelaksanaan penempatan PMI atas dasar
               perjanjian tertulis antara pemerintah pusat dengan pemerintah negara pemberi
               kerja PMI dan/atau pemberi kerja berbadan hukum di negara tujuan penempatan,
               (i) pengusulan pencabutan dan perpanjangan surat izin perusahaan penempatan
               PMI kepada menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang
               ketenagakerjaan terhadap Perusahaan Penempatan PMI, (j) pelaksanaan
               pelindungan selama bekerja dengan berkoordinasi dengan Perwakilan Republik
               Indonesia di negara tujuan penempatan, (k) Pelaksanaan fasilitasi, rehabilitasi, dan
               reintegrasi purna PMI, (l) Pelaksanaan pemberdayaan sosial dan ekonomi purna
               PMI, (m) koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan
               administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan BP2MI, (n) pelaksanaan
               dukungan yang bersifat substansif kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan
               BP2MI, (o) pengawasan internal atas pelaksanaan tugas BP2MI.

               Selain melaksanakan fungsi sebagaimana telah disebutkan diatas, BP2MI juga
               menyusun dan menetapkan peraturan perundang-undangan mengenai : (a) standar
               perjanjian kerja, penandatanganan dan verifikasi, (b) biaya penempatan PMI, (c)
               proses yang dipersyaratkan sebelum bekerja.

               Terkait organisasi yang diatur dalam Pasal 6,  BP2MI memiliki susunan
               keorganisasian yang terdiri atas : (a) Kepala, (b) Sekretaris Utama, (c) Deputi
               Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika, (d) Deputi Bidang
               Penempatan dan Pelindungan Kawasan Amerika dan Pasifik, (e) Deputi Bidang
               Penempatan dan Pelindungan Kawasan Eropa dan Timur Tengah. Yang menjadi ciri
               khas susunan organisasi badan ini adalah pembagian tugas 3 Kedeputian
               berdasarkan Kawasan Negara Penempatan, serta tiap-tiap Kedeputian paling banyak
               memiliki 4 (empat) Direktorat yang terdiri atas kelompok jabatan fungsional.

               Hal ini tentu sejalan dengan program pemerintah dalam memaksimalkan peran dan
               fungsi kelompok jabatan fungsional dalam rangka penyederhanaan birokrasi di
               lingkungan pemerintahan. Ketiga kedeputian tersebut mempunyai tugas
               melaksanakan kebijakan di bidang Penempatan dan Pelindungan Indonesia sesuai
               dengan Kawasannya.







                                                       Page 90 of 98.
   86   87   88   89   90   91   92   93   94   95   96