Page 253 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2019
P. 253
Menurut AKBP Nugroho, pabrik selama ini tidak memiliki standar operasional dan
izin yang belum jelas.
"Usaha yang dilakukan Burhan tidak hanya di TKP saja. Usaha mereka berdua juga
beroperasi di lokasi lain, di Kabupaten Langkat . Kami cek izinnya di beberapa
tempat. Di Binjai ada dua dan satu di Langkat. Kami sudah cek, izinnya enggak ada
di sini," kata dia.
Menurut warga setempat, seluruh pekerjanya masuk melalui pintu belakang yang
menjadi akses satu-satunya jalan ke luar masuk.
Setiap bekerja, biasanya mereka menghabiskan waktu sejak pagi hingga sore di
dalam rumah dan tidak bebas yang bisa masuk.
Dikatakan warga, alasan pintu depan ditutup kabarnya supaya kegiatan pekerja di
dalam rumah tersebut tidak diketahui pihak luar.
Sebab, pabrik mancis tersebut diduga belum memiliki izin karena hanya bersifat
home industri.
Pekerja merakit mancis secara borongan.
Dimana setiap bahan (mancis) masuk, para pekerja yang semuanya adalah wanita
langsung berdatangan untuk mengambil orderan merakit mancis hingga proses
pengepakan.
Sebelumnya, satu unit rumah yang dijadikan pabrik rumahan merakit mancis yang
berlokasi di Jalan T Amir Hamzah, Dusun IV Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai,
Langkat, ludes dilahap si jago merah, Jum'at (21/6) sekitar pukul 12.05 hingga
13.00 WIB.
30 orang meregang nyawa terpanggang meninggal dunia.
Mereka tidak bisa menyelamatkan diri karena akses keluar satu-satunya menjadi
titik api paling besar, dan disebut sebagai titik muasal api pertama kali, sehingga
mereka terjebak di dalam satu kamar.
(Dyk/tribun-medan.com)
Page 252 of 352.

