Page 258 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2019
P. 258
ada 30 korban. Semuanya meninggal lantaran ruangan pabrik terkunci. Pekerja
yang selamat lain, Nuraisyah, masih tak kuasa menahan isak tangis.
Dia terus bersandar di dinding dan menangis meraung-raung didampingi
keluarganya. Sementara itu, berdasarkan penuturan saksi mata bernama Ani, ada
pekerja yang selamat dari kejadian naas tersebut saat keluar jam makan siang.
Ani mengatakan, suara ledakan terdengar seperti ban pecah diawali dari belakang
rumah permanen yang dijadikan tempat merakit macis. Berdasarkan informasi yang
dihimpun Tribun Medan dari lokasi kebakaran, puluhan jenazah menumpuk di dalam
satu ruangan.
Selain itu, ada beberapa jenazah yang ditemukan di ruangan, seperti kamar-kamar
lain, ruang utama gedung pabrik. Polisi tetapkan tersangka Polisi telah menahan
pemilik pabrik korek api tersebut yakni Burhan (37).
Dari hasil pemeriksaan, polisi kemudian menetapkan pemilik pabrik sebagai
tersangka. Tak hanya pemilik, seorang supervisor bernama Lismawarni (43) juga
ditetapkan sebagai tersangka.
"BH dan LW, pengusaha dan supervisor yang kita mintai keterangan sudah kami
tingkatkan statusnya jadi tersangka." "Keduanya sudah ditahan dan masih diperiksa
secara intensif," kata Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto pada Sabtu
(22/6/2019).
Polisi juga terus melakukan penyelidikan dan pengembanan. Tidak menutup
kemungkinan pihak kepolisian akan menetapkan tersangka lain. Polisi menduga ada
oknum lain yang menjadi atasan kedua tersangka.
Kedua tersangka dinilai mengabaikan keselamatan dan keamanan pekerjanya. Lebih
lanjut, AKBP Nugroho mengataka, pabrik tersebut tak memiliki SOP dan izin yang
jelas.
"Usaha yang dilakukan Burhan tidak hanya di TKP saja. Usaha mereka berdua juga
beroperasi di lokasi lain, di Kabupaten Langkat. Kami cek izinnya di beberapa
tempat." "Di Binjai ada dua dan satu di Langkat. Kami sudah cek, izinnya enggak
ada di sini," pungkasnya.
(TribunMedan.com/Dedy Kurniawan)
Page 257 of 352.

