Page 255 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2019
P. 255

"Kami turut berduka cita, semoga arwah puluhan buruh itu di tempatkan di sisi Allah
               SWT. Ini merupakan tragedi kelam dunia ketenagakerjaan Sumut" kata Ketua FSPMI
               Sumatera Utaram Willy Agus Utomo, Sabtu (22/6/2017) dikutip Tribunnews.com
               dari Tribun Medan.

               Willy meminta pihak kepolisian untuk segera mengungkap penyebab kebakaran
               tersebut. Ia juga menilai, ada perusahaan resmi dari pabrik rumahan tersebut.
               Untuk itu, ia meminta polisi mengusut pihak yang harus bertanggung jawab penuh.


               "Walau itu katanya home Industri, pasti ada perusahaan resmi yang mensubkan
               atau mendistribusikan bahan baku mancis itu ke rumah yang kebakar tersebut
               untuk dikerjakan oleh para buruh. Nah, perusahaan penyuplai itu yang harus diusut
               dan bertangung jawab penuh atas tragedi ini" tegas Infromasi yang diterima Willy,
               pabrik tersebut telah berjalan lebih dari lima tahun.

               Menurutnya, tak ada perhatian dari pemerintah atas nasib para buruh tersebut.
               Willy mengatakan pemerintah cenderung mengaggap remeh.

               "Menurut info warga sekitar, pekerjaan itu sudah berlangsung lebih dari 5 tahunan.
               Kenapa tidak terpantau oleh Disnaker dan pemerintah, itu menandakan buruh selalu
               dipandang remeh oleh pemerintah kita ini," katanya.

               Willy juga menduga jika hak-hak buruh pabrik tersebut tidak terpenuhi. Pihaknya

               siap membantu dalam hal advokasi bagi keluarga korban.

               Diberitakan sebelumnya, polisi telah menahan pemilik pabrik korek api tersebut
               yakni Burhan (37). Dari hasil pemeriksaan, polisi kemudian menetapkan pemilik
               pabrik sebagai tersangka. Tak hanya pemilik, seorang supervisor bernama
               Lismawarni (43) juga ditetapkan sebagai tersangka.

               "BH dan LW, pengusaha dan supervisor yang kita mintai keterangan sudah kami
               tingkatkan statusnya jadi tersangka. Keduanya sudah ditahan dan masih diperiksa
               secara intensif," kata Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto pada Sabtu
               (22/6/2019).


               Polisi juga terus melakukan penyelidikan dan pengembanan. Tidak menutup
               kemungkinan pihak kepolisian akan menetapkan tersangka lain. Polisi menduga ada
               oknum lain yang menjadi atas kedua tersangka. Kedua tersangka dinilai
               mengabaikan keselamatan dan keamanan pekerjanya.






                                                      Page 254 of 352.
   250   251   252   253   254   255   256   257   258   259   260