Page 235 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 APRIL 2020
P. 235
Title TETAPKAN ANGGOTA PANJA, BALEG SIAP MULAI BAHAS OMNIBUS LAW
Media Name mediaindonesia.com
Pub. Date 20 April 2020
https://mediaindonesia.com/read/detail/305828-tetapkan-anggota-panja-b aleg-siap-
Page/URL
mulai-bahas-omnibus-law
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
BADAN Legislasi (Baleg) DPR telah menetapkan anggota-anggota panitia kerja
(panja) omnibus law RUU Cipta Kerja. Panja terdiri atas 37 orang yang berasal dari
8 Fraksi.
Wakil Ketua Panja RUU Cipta Kerja, Rieke Diah Pitaloka, mengatakan selanjutnya
pembahasan akan dilakukan sesuai dengan telah disuarakan oleh Baleg. Panja saat
ini tengah menyiapkan daftar narasumber yang akan diminta pendapat dan
masukannya dalam penyusunan RUU Cipta Kerja.
"Saya sepakat dengan NasDem dan fraksi lain yang meminta dalam pembahasan
menimbang, mengingat, dan ketentuan umum, kita juga akan melibatkan pakar dan
publik," ujar Rieke, dalam rapat Baleg secara virtual, Senin, (21/4).
Rieke mengatakan bahwa daftar nama narasumber harus dibuat dengan tepat
berdasarkan kepakarannya.
"Kalau pakar ya dengan kepakarannya. Nah kemudian artinya ada perbaikan nama-
nama narasumber yang bukan hanya akademisi atau pakar tetapi karena UU kalau
kita baca menimbang dan mengingatnya ini sangat indah bahwa ini adalah untuk
kepentingaan publik, saya sepakat dengan teman-teman fraksi lainnya bahwa
narsum yang terlibat juga melibatkan publik," ujar Rieke.
Dalam daftar narasumber nanti Rieke mengatakan Baleg ingin agar banyak pihak
yang dilibatkan. Baik itu mahasiswa, petani, buruh, nelayan, hingga koperasi.
"Mari kita rinci sama sama," ujar Rieke.
Rieke mengatakan bahwa nantinya masukan harus benar-benar dihimpun. Bukan
hanya masukan dari pemerintah yang diperhatikan.
"Agar tidak masukannya dari pemerintah semua begitu karena draftnya pemerintah
kalau masukannya pemerintah," tutur Rieke.
Anggota Baleg, Ali Taher, mengatakan bahwa dalam pembahasan harus dilibatkan
para ahli hukum dari berbagai bidang. Khususnya pada bidang khusus seperti
pertanian, kehutanan, dan industri.
Page 234 of 248.

