Page 234 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 APRIL 2020
P. 234

Title          KORBAN PHK KELUHKAN SULIT AKSES PENDAFTARAN KARTU PRAKERJA
               Media Name     mediaindonesia.com
               Pub. Date      20 April 2020
                              https://mediaindonesia.com/read/detail/305818-korban-phk-keluhkan-suli t-akses-
               Page/URL
                              pendaftaran-kartu-prakerja
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative










               PROGRAM Kartu Prakerja diharapkan mampu membantu masyarakat yang menjadi
               korban pemutusan hubungan kerja (PHK) selama pandemi covid-19. Namun, bagi
               Dwiyanti, 50, harapan itu terganjal karena sulitnya melakukan registrasi.

               Mantan karyawan perusahaan garmen di Jakarta tersebut mengaku belum bisa
               meregistrasikan dirinya untuk menerima bantuan Kartu Prakerja. Padahal, dirinya
               sudah mendaftar dari jauh-jauh hari.

               "Udah daftar waktu pertama buka itu, cuma pas registrasinya itu susah banget saya.
               Nggak tau kenapa. Registrasi email itu untuk sesi tanya jawab," ungkap Dwiyanti
               kepada Media Indonesia, Senin (20/4).

               Padahal, melalui sesi tanya jawab itu, ia dapat memiliki gambaran jenis pelatihan
               apa yang akan didapat. Hingga saat ini, Dwiyanti masih berusaha untuk melakukan
               registrasi. Ia menyesalkan mengenai minimnya sosialisasi bagi masyarakat yang
               ingin mengakses Kartu Pra Kerja seperti dirinya.

               "Temen saya juga gitu, udah registrasi tapi untuk masuk ke sesi tanya jawab
               mandek lagi. Adalagi yang udah selesai sesi tanya jawab tapi tiba-tiba katanya
               ditolak, entah alasan apa," kata Dwiyanti.


               Menurut Dwiyanti program pelatihan yang didapat dari Kartu Prakerja bisa
               memperdalam keahliannya, sehingga memungkinkan kesempatan dalam mencari
               kerja kembali.

               Walakin, Dwiyanti juga mengakui bahwa dalam kondisi saat ini, bantuan berupa
               uang tunai lebih dibutuhkan ketimbang pelatihan dari pemerintah. Ia sendiri
               mengakui bahwa pengalamannya bekerja di perusahaan garmen selama 20 tahun
               sudah cukup membuktikan dirinya memiliki skill.


               "Sebagai ibu rumah tangga ya tentunya uang tunai. Kalau pelatihan kan,
               maksudnya kita sudah bekerja berpuluh-puluh tahun, sudah ada. Kalau untuk saat
               ini sebagai ibu rumah tangga apalagi udah nggak dapet gaji pastinya uang tunai,"
               tandasnya. (OL-7).








                                                      Page 233 of 248.
   229   230   231   232   233   234   235   236   237   238   239