Page 75 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 APRIL 2020
P. 75

Title          DPD TOLAK RUU CIPTA KERJA
               Media Name     inilah.com
               Pub. Date      20 April 2020
               Page/URL       https://inilah.com/news/2570579/dpd-tolak-ruu-cipta-kerja
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative









               Wakil Ketua Komite III DPD M. Rahman memberikan pandangan dan pendapat
               terhadap RUU Cipta Kerja dari Pemerintah yang telah disampaikan dan tengah
               dibahas oleh DPR. Komite III berpandangan:

               1. RUU Cipta Kerja bertentangan dengan asas otonomi daerah Pasal 18 ayat (2) dan
               ayat (5) UUD 1945 yang mengakui keberadaan pemerintah daerah baik Provinsi,
               Kabupaten dan Kota yang menganut asas otonomi seluas-luasnya dan tugas
               pembantuan.

               2. RUU Cipta Kerja melanggar hak asasi warga negara seperti hak atas pekerjaan
               dan penghidupan yang layak, atas atas jaminan kesehatan, hak atas pendidikan
               yang dijamin dan dilindungi oleh Konstitusi serta melepaskan kewajiban negara
               untuk menyediakan dan memberikan hak-hak tersebut kepada swasta dan/atau
               asing.

               3. RUU Cipta Kerja akan menimbulkan ketidakpastian hukum. Dalam hal terjadinya
               pelanggaran, tidak jelas norma hukum mana yang harus diterapkan mengingat
               norma tentang pelanggaran dan/atau sanksi yang terdapat dalam Undang-Undang
               yang menjadi muatan RUU Cipta Kerja tersebut beberapa diantaranya tidak direvisi
               dan/atau dicabut.

               Beberapa hasil telaah atas pandangan tersebut yaitu:

               1. RUU Cipta Kerja menghapus semua kewenangan Pemerintah Daerah dalam hal
               pendaftaran serta perizinan berusaha dan mengalihkannya menjadi kewenangan
               Pemerintah Pusat. Dimana RUU ini hanya memberikan kewenangan kepada
               Pemerintah Daerah untuk melaksanakan urusan pemerintahan berdasarkan otonomi
               daerah selain pendaftaran dan perizinan berusaha.

               2. Pasal 75 RUU Cipta Kerja, mengubah beberapa ketentuan dalam Undang-Undang
               8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Kewajiban
               Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) untuk melaporkan kepada
               Pemerintah Pusat bukan kepada Kanwil Agama setempat, setiap pembukaan kantor
               cabangnya di luar domisili perusahaan merupakan kebijakan yang tidak efektif dan
               efisien serta berpotensi menimbulkan birokrasi baru. Ketentuan ini hanya
               menguntungkan PPIU yang domisili perusahaannya berada di Jakarta. Padahal tidak
               semua PPIU berdomisili perusahaan di Jakarta, namun tersebar di seluruh



                                                       Page 74 of 248.
   70   71   72   73   74   75   76   77   78   79   80