Page 77 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 APRIL 2020
P. 77

setempat dan memberikan upah lembur kepada pekerja.

               d. Terkait Pesangon

               RUU Cipta Kerja hanya mewajibkan pengusaha memberikan uang pesangon dan
               atau uang penghargaan kepada pekerja yang mengalami pemutusan hubungan
               kerja. Sedangan dalam undang-undang ketenagakerjaan, pengusaha selain
               memberikan kedua hal tersebut, juga diwajibkan memberikan uang penggantian
               hak yang seperti hak cuti, hak ongkos transportasi, uang perawatan dan
               pengobatan.

               RUU Cipta Kerja juga menghapus ketentuan pasal asal 163, Pasal 164, Pasal 166,
               Pasal 167, Pasal 169, dan Pasal 172 UU ketenegakerjaan yang di dalamnya
               mengatur ketentuan pemberian uang pesangon dua kali lipat.

               e. Penggunaan tenaga alih daya (outsourcing) harus dibatasi pada pekerjaan
               tertentu saja yakni pekerjaan yang sifatnya penunjang (bukan pokok) dan hanya
               berlaku bagi perjanjian kerja waktu tertentu.

               f. terkait dengan penempatan Tenaga Kerja Asing


               Liberalisasi penempatan TKA yang mempermudah penempatan TKA di Indonesia
               namun mengeliminasi penempatan dan /atau meminimalisasi kesempatan bekerja
               TKI di tanah air secara sistemik sesungguhnya telah dilakukan oleh Pemerintah
               melalui pengundangan beberapa regulasi di tingkat Peraturan Menteri dan/atau
               Keputusan Menteri. Demikian halnya dengan prinsip dan asas hukum yang
               menyatakan bahwa penempatan TKA hanya hanya boleh dilakukan terhadap
               pekerjaan-pekerjaan dan/atau jabatan-jabatan tertentu khusus yang tidak dapat
               dilakukan oleh TKI, telah dilanggar oleh Pemerintah.

               Hingga saat ini pembatasan terhadap jabatan yang tidak dapat diisi oleh TKA
               hanyalah jabatan yang mengurusi personalia.

               Pengundangan RUU Cipta Kerja dapat dipastikan mengekalkan liberalisasi TKA di
               Indonesia.

               Berdasarkan hal-hal tersebut, Komite III DPD RI menolak RUU Cipta Kerja dan
               meminta DPR RI untuk menghentikan pembahasan RUU Cipta Kerja karena RUU
               Cipta Kerja hanya dominan dalam peningkatan investasi tanpa mempertimbangkan
               hak-hak pekerja, asas desentralisasi, dan aspek lainnya. Tidak hanya itu, RUU Cipta
               kerja cacat formil karena tidak melibatkan unsur partisipasi masyarakat dalam
               proses pembentukannya sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 12 Tahun
               2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, junto Undang-Undang
               Nomor 15 Tahun 2019.






                                                       Page 76 of 248.
   72   73   74   75   76   77   78   79   80   81   82