Page 84 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 APRIL 2020
P. 84

Title          PSHK DESAK BALEG DPR BATALKAN PANJA RUU OMNIBUS LAW CIPTAKER
               Media Name     cnnindonesia.com
               Pub. Date      20 April 2020
                              https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200420063301-32-495099/pshk-de sak-baleg-
               Page/URL
                              dpr-batalkan-panja-ruu-omnibus-law-ciptaker
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative







               Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) mendesak Badan Legislasi
               (Baleg) DPR untuk segera membatalkan pembentukan Panitia Kerja (Panja)
               Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker).

               PSHK menyebut langkah Baleg DPR yang telah membentuk dan menyerahkan
               pembahasan RUU Cipta Kerja ke Panja telah menyalahi prosedur formal legislasi.

               Direktur Jaringan dan Advokasi PSHK, Fajri Nursyamsi menyebut pelanggaran
               prosedur formal legislasi itu adalah terkait prosedur pembentukan UU dalam Tata
               Tertib DPR dan UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan
               Perundang-undangan.

               Oleh karena itu, menurut Fajri hal itu harus ditolak sebab bisa menutup transparansi
               dan partisipasi publik dalam proses pembentukan RUU Cipta Kerja.

               "[Keputusan Baleg tersebut] akan menutup transparansi dan partisipasi publik
               dalam proses pembentukan RUU Cipta Kerja," ujar Fajri lewat keterangan resmi
               yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (19/4).

               Fajri menjelaskan pasal 151 ayat (1) dalam Peraturan DPR RI tentang Tata Tertib,
               yang disahkan 2 April 2020 lalu menyebutkan, pembahasan RUU dalam Panja bisa
               dilakukan setelah Rapat Kerja (Raker) antara komisi, gabungan komisi, Baleg,
               Panitia Khusus, atau Badan Anggaran bersama dengan menteri yang mewakili
               Presiden.

               Kemudian, dalam pasal 154 ayat (1) Tata Tertib DPR mengatur, raker membahas
               seluruh materi RUU sesuai Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) dari setiap Fraksi di
               DPR atau DPD apabila RUU terkait dengan kewenangannya. Lalu, pasal 156 ayat (1)
               Tata Tertib DPR menegaskan, raker menyelenggarakan Rapat Dengar Pendapat
               Umum (RDPU) untuk mendapatkan masukan terhadap RUU yang sedang dibahas.

               Namun, pada Selasa (14/4), Raker telah membentuk Panja. Padahal agenda itu
               mestinya menyusun dan menyerahkan DIM RUU Cipta Kerja.

               "Seharusnya, sebelum membentuk Panja, Baleg melakukan rangkaian Raker
               membahas seluruh materi RUU dengan menggunakan DIM sesuai dengan Tata
               Tertib DPR," kata Fajri.




                                                       Page 83 of 248.
   79   80   81   82   83   84   85   86   87   88   89