Page 85 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 APRIL 2020
P. 85

Padahal, kata Fajri, tak semua semua fraksi di DPR siap untuk menyerahkan DIM
               terkait Omnibus Law Ciptaker. Sebagian fraksi ingin Raker menggelar RDPU,
               sementara sisanya ada pula yang menolak membahas RUU Cipta Kerja selama masa
               pandemi virus corona (Covid-19).

               Oleh karenanya, kata Fajri, tanpa DIM yang diserahkan fraksi, raker belum bisa
               beranjak ke agenda berikutnya. Selain itu, Fajri menduga pembentukan panja itu
               diskusi hanya berupa pendalaman sejumlah substansi.

               "Padahal materi RUU Cipta Kerja sudah menimbulkan kontroversi di publik," ungkap
               Fajri.

               Fajri lebih lanjut menjelaskan pelaksanaan RDPU dalam raker merupakan wadah
               bagi aspirasi masyarakat. Hal itu diatur dalam pasal 96 UU Nomor 12 Tahun 2011.

               Di dalamnya menyebutkan, masyarakat berhak memberikan masukan secara lisan
               maupun tertulis dalam Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Selain itu
               pada pasal 96 ayat 4 juga disebutkan setiap RUU harus dapat diakses dengan
               mudah oleh masyarakat.

               Di tengah kondisi pandemi Covid-19, masyarakat juga terbatas dalam mengawal
               penyusunan RUU di DPR. Menurut Fajri, praktik pembahasan oleh Panja yang kerap
               dilakukan di luar gedung atau kompleks DPR semakin mempersulit akses publik
               dalam melakukan pengawalan terhadap RUU Ciptak Kerja Omnibus Law.

               "Perlu dicatat juga bahwa sampai sekarang DPR belum mengeluarkan protokol
               partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan fungsi-fungsi legislasi, pengawasan, dan
               anggarannya mengingat keterbatasan mobilitas publik dalam situasi bencana
               nasional Covid-19," ujarnya.

               Oleh karenanya, PSHK kata Fajri mendesak Ketua DPR untuk segera melakukan
               koreksi atas kesalahan prosedur dan cacat substansi dalam Omnibus Law Cipta
               Kerja serta mengembalikan RUU itu kepada Presiden. Selain itu, PSHK juga
               mendesak fraksi-fraksi di DPR untuk menarik kembali nama-nama anggota yang
               duduk di Panja dan meminta pembahasan terlebih dahulu di tingkat Baleg, dengan
               membuka ruang partisipasi dan transparansi.

               Tunda Pembahasan RKUHP Selama Pandemi

               Sementara itu, secara terpisah, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) membuat petisi
               daring lewat yang mendesak DPR dan Pemerintah untuk menunda pembahasan
               RUU Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).

               Sebelumnya, dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR dan Menkumham Yasonna H
               Laoly pada 4 April llu, RKUHP disepakati untuk dilanjukan pembahasannya sebagai
               RUU carry over.



                                                       Page 84 of 248.
   80   81   82   83   84   85   86   87   88   89   90