Page 52 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 OKTOBER 2019
P. 52

Title         INDEKS PEMBANGUNAN KETENAGAKERJAAN INDONESIA HANYA NAIK 0,25 POIN
                Media Name    kontan.co.id
                Pub. Date     14 Oktober 2019
                              https://nasional.kontan.co.id/news/indeks-pembangunan-ketenagakerjaan- indonesia-
                Page/URL
                              hanya-naik-025-poin
                Media Type    Pers Online
                Sentiment     Positive













               Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) Nasional tahun ini hanya mengalami
               peningkatan sebesar 0,25 poin atau meningkat dari 60,81 di tahun lalu menjadi
               61,06. Dengan poin tersebut, status pembangunan ketenagakerjaan nasional masih
               berada pada kategori menengah bawah.

               Ada sembilan indikator utama yang menjadi tolok ukur IPK Nasional. Indikator
               tersebut antara lain perencanaan tenaga kerja, penduduk dan tenaga kerja,
               kesempatan kerja, pelatihan dan kompetensi kerja, produktivitas tenaga kerja,
               jaminan sosial tenaga kerja, pengupahan dan kesejahteraan pekerja, kondisi
               lingkungan kerja dan hubungan industrial.

               Sementara, salah satu faktor yang mendorong kenaikan IPK adalah meningkatnya
               kesadaran pemerintah daerah akan pentingnya perencanaan ketenagakerjaan dan
               pengembangan unit-unit pelatihan kerja berbasis komunitas.

               Lalu, adanya penguatan kelembagaan membuat indikator hubungan industrial dan
               kondisi lingkungan kerja mengalami peningkatan. Tak hanya itu, program jaminan
               sosial ketenagakerjaan juga masih cukup efektif dalam meningkatkan kesejahteraan
               pekerja di perusahaan.

               Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan, pihaknya terus berupaya
               menaikkan IPK nasional ke depannya. "IPK akan didorong agar naik lebih tinggi,
               sebab jika kenaikan terlalu tipis, akan membuat kita tidak kompetitif," tutur Hanif,
               Senin (14/10).

               Hanif menerangkan, salah satu penyebab IPK nasional yang tak naik signifikan
               karena kemampuan atau skill tenaga kerja yang rendah. Apalagi, struktur
               ketenagakerjaan di Indonesia masih didominasi oleh lulusan SD dan SMP, dan masih
               banyak tenaga kerja yang skillnya tak sesuai dengan kebutuhan pasar kerja
               (missmatch).

               Baca Juga: Aneka Gas Industri menganggap industri gas Indonesia masih bisa




                                                       Page 51 of 116.
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57