Page 77 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 OKTOBER 2019
P. 77
Title MENAKER: PARTISIPASI INDUSTRI PERLU SELARASKAN KEBUTUHAN KERJA
Media Name antaranews.com
Pub. Date 14 Oktober 2019
https://www.antaranews.com/berita/1112228/menaker-partisipasi-industri -perlu-
Page/URL
selaraskan-kebutuhan-kerja
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan untuk mengurangi
ketidakcocokan antara lulusan sekolah dan kebutuhan pasar kerja maka perlu
partisipasi dunia industri.
"Pemerintah harus membuka diri agar industri dapat berpartisipasi dalam
peningkatan SDM. Pada sisi lain pemerintah juga mendorong industri untuk proaktif
salah satunya dengan pemberian insentif," kata Hanif saaat ditemui di Jakarta,
Senin.
Insentif yang dimaksud Hanif adalah aturan super deductible tax yaitu pengurangan
pajak di atas 100 persen jika perusahaan tersebut terlibat dalam peningkatan SDM
dengan memberikan pelatihan serta vokasi.
Insentif pajak ini juga diberikan guna mempercepat peningkatan kompetensi
sumber daya manusia (SDM) Indonesia dalam menyongsong revolusi industri
keempat.
Hanif mengakui meski pemerintah telah fokus kepada pendidikan vokasi, namun
masih banyak tantangan dari waktu ke waktu untuk menciptakan lulusan yang
sesuai dengan pasar kerja.
Salah satu masalah dalam ketenagakerjaan adalah 58 persen angkatan kerja yang
pendidikannya masih terbatas, hanya lulusan SD atau SMP.
Kementerian Ketenagakerjaan juga telah bekerja sama dengan Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan, kemudian Kementerian Riset, Teknologi dan
Pendidikan Tinggi dalam menyesuaikan lulusan angkatan kerja sesuai dengan
kebutuhan pasar.
"Oleh sebab itu salah satu yang harus ditempuh adalah meningkatkan partisipasi
pendidikan formal minimal belajar sembilan tahun. Nah pendidikan formal dan
vokasi harus sama-sama jalan," kata Hanif.
Pewarta: Aubrey Kandelila Fanani Editor: Tunggul Susilo COPYRIGHT (c)2019 .
Page 76 of 116.

