Page 29 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 JULI 2019
P. 29
Title POLDA NTT DIMINTA RINGKUS PJTKI PEREKRUT TKW SECARA ILEGAL
Media Name jatim.antaranews.com
Pub. Date 09 Juli 2019
https://jatim.antaranews.com/nasional/berita/947440/polda-ntt-diminta- ringkus-pjtki-
Page/URL
perekrut-tkw-secara-ilegal
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur diminta meringkus penanggung
jawab PT Bukit Mayak Asri (BMA) yang diduga merekrut para calon tenaga kerja
wanita (TKW) asal Kabupaten Sumba Timur melalui pemalsuan dokumen untuk
penerbitan paspor ke Malaysia.
"Kami minta Polda NTT untuk menangkap pihak-pihak yang bertangung jawab di
balik kasus perekrutan calon tenaga kerja asal Sumba Timur yang dokumen
paspornya dipalsukan. Ini kejahatan kemanusiaan yang dilakukan PT BMA terhadap
anak-anak NTT," kata Direktur Pengembangan Inisiatif Advokasi Rakyat (PIAR),
NTT, Sarah Leri Mboeik kepada Antara di Kupang, Selasa.
Menurut dia, terungkapnya kasus perekrutan TKW diduga dilakukan secara ilegal itu
setelah beberapa calon tenaga kerja berhasil melarikan diri dari penampungan PT
BMA di Kota Kupang.
Mantan anggota DPD asal NTT itu meminta kepolisian di provinsi berbasis kepulauan
ini untuk serius mengungkap kasus pengiriman TKI secara ilegal melibatkan PT
BMA.
"Polisi harus menangkap pelaku utamanya karena melibatkan jaringan yang
terorganisir. Bayangkan jika belasan TKW itu berhasil dikirim ke Malaysia maka
dipastikan nasibnya menjadi tidak jelas," kata Sarah menegaskan.
Menurut dia, PT BMA pernah terlibat dalam skandal pengiriman TKI ilegal di provinsi
berbasis kepulauan ini beberapa tahun lalu sehingga sepatutnya izin dari perusahan
itu dicabut.
Ia mengatakan, para korban yang telah direkrut secara ilegal itu saat ini sedang
dalam perlindungan lembaga gereja GMIT Kupang setelah berhasil lolos dari
penyekapan yang dilakukan pihak perusahaan.
Sementara itu, Wadirkrimum Polda NTT, AKBP Anton C Nugroho mengatakan Polda
NTT masih melakukan pendalaman terhadap kasus perekrutan calon tenaga kerja
asal Kabupaten Sumba Timur yang dilakukan PT BMA.
"Kasus itu masih kami kembangkan. Kendati demikian telah ditemukan adanya
pemalsuan dokumen yang dilakukan perekrut dalam merekrut beberapa calon
tenaga kerja asal Sumba Timur," kata Anton.
Page 28 of 65.

