Page 293 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 293
Title PEKERJA DAPAT BONUS 5 KALI GAJI DI OMNIBUS LAW CIPTA KERJA, PESANGON?
Media Name kompas.com
Pub. Date 14 Februari 2020
https://money.kompas.com/read/2020/02/14/090600626/pekerja-dapat-bonus -5-kali-
Page/URL
gaji-di-omnibus-law-cipta-kerja-pesangon-
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Rancangan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja pemerintah mengatur agar
pengusaha wajib memberikan bonus bagi pekerja sebesar 5 kali upah. Menteri
Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, aturan tersebut
hanya berlaku untuk perusahaan-perusahaan dengan ukuran bisnis besar.
"Sweetener itu berlaku untuk semua pekerja yang resmi, dan itu perusahaan bukan
perusahaan kecil. Perusahaan besar," kata Airlangga di Komplek DPR RI, Jakarta, Rabu
(12/2/2020).
Airlangga mengatakan, secara umum, omnibus law Cipta Kerja mengatur agar pekerja
mendapatkan hak atas gaji yang layak. Terutama di tengah iklim perekonomian global
yang sedang bergejolak.
"Hak untuk mendapatkan pekerjaan, hak untuk mendapatkan gaji itu diatur dengan
Omnibus Law, apalagi dunia sekarang sedang mendapatkan banyak gejolak," tuturnya.
Untuk pekerja aktif dengan masa kerja lebih dari 1 tahun
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan bonus hingga lima kali gaji ini
hanya diberikan kepada pegawai yang sudah bekerja lebih dari satu tahun.
Bonus ini diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada para pekerja.
Sementara untuk pegawai kontrak yang waktu kerjanya masih di bawah satu tahun
hanya mendapatkan bonus berupa satu kali gaji.
"Perlindungan juga akan diberikan kepada pekerja kontrak. Ada kompensasi bagi
pekerja kontrak, maka diberikan kewajiban ada kompensasi satu bulan gaji," tuturnya.
Pesangon tak lagi 32 kali gaji
Di dalam UU 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, pemerintah mengatur pemberi
kerja untuk memberikan uang pesangon atau uang yang dibayarkan oleh pemberi kerja
kepada pegawai sehubungan dengan berakhirnya masa kerja hingga 32 kali gaji. Ida
pun mengatakan dengan diberikannya bonus tersebut aturan pesangon yang berlaku
tak lagi sama.
"Pesangonnya tidak seperti UUD 13, tapi ada formula yang kita atur dengan jaminan
kehilangan pekerjaan. Ada uang saku, ada vokasi, kemudian ada akses penempatan,
kemudian nanti ada sweetener (bonus) memang formulanya berbeda dibanding UUD,"
ucap Ida.
Page 292 of 336.

