Page 296 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 296

membahasnya? Harusnya RUU ditunda dulu ke DPR sampai tim bekerja membahas
               substansinya," ungkapnya.

               Sementara itu, Ketum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani
               menegaskan bahwa upaya pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja bermuara
               pada kepentingan dua pihak, yakni pengusaha dan buruh. Pelaku usaha juga tak
               sependapat jika RUU tersebut hanya mementingkan sektor pengusaha. "Indonesia
               memiliki risiko atas kerawanan tenaga kerja. Pada 2013, per 1 triliun investasi masih
               bisa menyerap 4.500 pekerja dan pada 2018 hanya sekitar 1.400. Hal ini
               menyebabkan terjadinya industri padat modal, bukan padat karya," ujarnya.

               Hariyadi menyatakan, sudah seharusnya permasalahan aturan ketenagakerjaan
               diselesaikan secara menyeluruh. Tidak hanya dilihat dari sisi kepentingan buruh
               yang terkait dengan kesejahteraan. Dia menilai, aturan ketenagakerjaan di
               Indonesia saat ini justru membuat penyerapan tenaga kerja semakin rendah.

               Hariyadi menjelaskan, selama 10 tahun terakhir, investasi asing yang masuk ke
               Indonesia meningkat cukup signifikan. Namun, peningkatan tersebut tidak diiringi
               peningkatan penyerapan tenaga kerja. Sebab, sebagian besar investasi asing yang
               masuk adalah investasi padat modal yang minim penyerapan tenaga kerja.
               "Investasi padat modal terus-menerus masuk, pertumbuhan ekonomi tetap akan
               kencang. Tapi, yang menikmati hanya kelas menengah ke atas nanti. Ketimpangan
               semakin besar dan tentu akan semakin berbahaya," ujarnya.

               Menurut Hariyadi, pemerintah perlu melihat aspek yang lebih besar dari RUU
               Omnibus Law Cipta Kerja selain hak-hak pekerja seperti upah dan pesangon. "Yang
               paling utama sebenarnya upaya untuk bisa menarik masyarakat yang belum masuk
               ke pekerjaan formal," tambahnya.

               Sementara itu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin berharap pembahasan RUU Omnibus
               Law bisa berjalan cepat. "Karena ini kan sebenarnya untuk kepentingan kemajuan.
               Untuk juga kepentingan tenaga kerja," katanya.

               Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena menuturkan, pembahasan RUU Cipta
               Kerja menunggu agenda rapat paripurna. Di situ akan diputuskan mekanisme
               pembahasan melalui badan legislasi (baleg) atau panitia khusus (pansus) yang
               melibatkan lintas komisi.

               DPR meminta pihak buruh bersabar. Jika pembahasan sudah berlangsung, kata
               Melki, pihaknya berjanji membuka ruang partisipasi publik. Temasuk bagi para
               serikat pekerja. "Yang pasti, apa pun draf RUU, baik usulan pemerintah maupun
               DPR, selalu melibatkan banyak pihak," katanya.

               Dia memastikan banyak serikat pekerja yang terlibat dalam isu-isu menyangkut
               ketenagakerjaan. Konfederasi buruh yang berbadan hukum dan terdaftar di
               Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) akan dilibatkan. Sebab, setiap konfederasi
               mewakili banyak anggota buruh yang terdampak regulasi tersebut.



                                                      Page 295 of 336.
   291   292   293   294   295   296   297   298   299   300   301