Page 301 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 301
mendapatkan pesangon hingga 32 kali gaji.
"Tapi kenyataannya tidak pernah ada yang dapat juga. Perusahaan lebih pintar.
Pekerja yang sudah bekerja puluhan tahun jarang yang terkena PHK. Pekerja dibuat
bagaimana agar mengundurkan diri, jadi bahasanya bukan PHK," ungkap Syukur
kepada CNNIndonesia.com, dikutip Jumat (14/2).
Maka itu, ia menilai pemberian bonus sebanyak 5 kali gaji akan menjadi angin
syurga bagi pekerja lama. Toh, pesangon yang berkali-kali lipat dari gaji juga tak
pernah benar-benar didapatkan oleh pekerja yang terkena PHK.
"Intinya pesangon hingga 32 kali gaji tidak pernah masuk hitungan. Paling tinggi
sejauh ini hanya 10 bulan gaji. Jadi pemberian bonus pada awal omnibus law Cipta
Lapangan Kerja ini praktiknya lebih bagus," jelas dia.
Di sisi lain, Pengamat Ketenagakerjaan dari Universitas Airlangga Hadi Subhan
menyatakan pekerja sebaiknya jangan senang dulu dengan janji manis yang
diberikan pemerintah dalam omnibus law Cipta Lapangan Kerja. Masalahnya, itu
tetap tak adil bagi pekerja.
"Ini tidak adil, karena kan yang dapat hanya yang sekarang bekerja. Bagaimana
dengan pekerja baru setelah ini, mereka tidak dapat merasakan dampak dari
omnibus law Cipta Lapangan Kerja nantinya," tutur Hadi.
Memang, bagi pekerja lama mendapatkan keuntungan dari pemanis tersebut. Tapi,
dampaknya juga semu. Pekerja bisa saja menggunakan bonus itu untuk berbelanja
berbagai kebutuhan, dari yang primer hingga sekunder. Misalnya, pekerja bisa
membeli ponsel pintar yang selama ini diimpikan.
"Tapi pemanis ini sebaiknya tidak perlu ada dengan tujuan menggolkan omnibus
Law Cipta Lapangan Kerja. Dampak positinya hanya sementara," jelas Hadi.
Kacamata Pengusaha Sementara, aturan ini tentu berdampak pula bagi pengusaha.
Biaya operasional perusahaan otomatis bengkak jika harus memberikan bonus
hingga 5 kali gaji setelah omnibus law Cipta Lapangan Kerja sah menjadi uu.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Danang Girindrawardana
menyatakan kewajiban pemberian bonus satu kali gaji hingga 5 kali gaji sebaiknya
dikhususkan untuk sektor-sektor tertentu. Sebab, aturan itu tak bisa disamaratakan
untuk semua perusahaan.
"Untuk padat karya yang jumlah pekerjanya banyak. Untuk bonus sampai 5 kali gaji
besar sekali, apalagi pekerjanya bisa lebih dari 10 ribu orang," ujar Danang.
Berbeda dengan sektor perdagangan, di mana biasanya jumlah pegawainya jauh
lebih sedikit ketimbang padat karya. Jadi, pemberian bonus sampai 5 kali gaji juga
bukan persoalan besar.
Page 300 of 336.

