Page 302 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 302
"Jadi tidak komparatif. Harus dipisahkan jenis-jenis usaha mana saja saja yang
mampu memberikan bonus sampai 5 kali gaji," kata Danang.
Apalagi, pembayaran gaji karyawan biasanya menjadi beban operasional tertinggi di
perusahaan. Menurut Danang, bisa mencapai 30 persen dari total biaya operasional
yang harus dikeluarkan setiap bulannya.
"Kalau sektor teknologi, otomotif, elektronik mungkin tidak sampai 30 persen. Tapi
padat karya sudah jauh lebih tinggi dari itu," terang dia.
Jika ditambah dengan pemberian bonus tadi, sambung dia, maka beban
pembayaran untuk karyawan bisa naik hingga 50 persen dari total biaya
operasional. Ini bisa membahayakan keuangan perusahaan jika kondisinya sedang
goyah.
"Ketika beban operasional semakin tinggi tapi keuntungan yang diraih tidak
bertambah maka rentan bangkrut," kata Danang.
Jika perusahaan bangkrut, manajemen biasanya akan melakukan PHK. Kalau sudah
begitu, Danang menyebut efek domino akan terjadi. Pertama , mereka yang
sebelumnya memiliki pekerjaan akan menjadi pengangguran. Alhasil, jumlah
pengangguran di Indonesia bertambah dan daya beli masyarakat akan terganggu.
Ujung-ujungnya, pertumbuhan ekonomi akan terkena imbasnya karena konsumsi
rumah tangga masih menjadi penyumbang utama pembentukan produk domestik
bruto (PDB). Kedua , perusahaan tak bisa membayar utang ke bank. Dengan
demikian, timbul kredit macet di perbankan dan mempengaruhi kinerja bank itu
sendiri. Ketiga , pendapatan negara jelas akan berkurang. Pasalnya, perusahaan tak
lagi bisa membayar pajak seperti sebelum-sebelumnya.
"Jadi dampak banyak kalau dunia usaha tidak tumbuh, maka ini harus dipikirkan
matang-matang. Isi draf omnibus law Cipta Lapangan Kerja harus lebih detail," jelas
Danang.
Selain soal sektor, Danang menyarankan agar kewajiban pemberian bonus juga
tidak diukur berdasarkan gaji. Pemerintah sebaiknya memberikan kebebasan
perhitungan bonus yang akan diberikan sebagai pemanis di omnibus law Cipta
Lapangan Kerja.
"Karena kan kondisi perusahaan kadang berfluktuasi. Bonus lebih baik sesuai
dengan performa perusahaan, bisa dari keuntungan atau penjualan. Ini juga harus
diperjelas," pungkas Danang.
(agt).
Page 301 of 336.

