Page 312 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 312
"Kami sedang bersaing dengan mesin karena perubahan teknologi yang bergerak
begitu cepat. Di dunia teknologi informasi, bisnis-bisnis baru bermunculan
mengalahkan pemain lama yang mungkin tak sengaja lambat berinovasi," tuturnya.
Ida mengungkapkan bahwa yang perlu diperhatikan dari persaingan ini kemenangan
tidak mutlak berada di tangan pemilik modal. "Jadi, jangan khawatir kita yang
memiliki modal cekak ini tidak perlu khawatir. Salah satu contohnya, Uber
perusahaan transportasi terbesar di dunia tidak bermodalkan kendaraan kalau di
Indonesia gojek. Facebook, misalnya sebagai perusahaan platform terbesar saat ini
tidak memiliki konten sendiri," jelasnya.
Ia menilai bahwa yang paling cerdas berinovasilah yang unggul di masyarakat, yang
paling responsif terhadap perubahanlah yang bertahan. "Karakter industri pun
berubah tidak lagi berbasis pada sumber daya alam (SDA) melainkan berbasis
pengetahuan, inovasi, SDM. Jadi, beranilah bersaing," bebernya.
Untuk memenangi persaingan global, maka Kemnaker menggelar Kemnaker Goes to
Campus di Unusia Parung, Bogor, Kamis (13/2) yang bertajuk 'Link and Match
Kampus, Dunia Kerja, Kewirausahaan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam
Kearifan Lokal'
"Kemnaker Goes to Campus ini untuk sarana sosialisasi program-program
Kemnaker. Masih banyak generasi muda yang belum mengetahui tentang program
Kemnaker, sementara ruang-ruang kerja diisi generasi muda. Pogram-program
Kemnaker ini diharapkan tepat sasaran dan bermanfaat," tukasnya.
Ida menambahkan orentasi program kerja Kemnaker adalah mencetak angkatan
kerja yang bisa diterima Industri dan mampu berwirausaha dengan SDM berkualitas
dan berdaya saing. "Saya kira Indonesia akan menjadi negara yang lebih besar dan
lebih maju dan tahun 2045 kita melompat menjadi empat negara terbesar di dunia,"
tambahnya.
Page 311 of 336.

