Page 39 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 39
Title RAMAI-RAMAI IRT DI LOMBOK INGIN JADI TKW KE ARAB SAUDI
Media Name liputan6.com
Pub. Date 16 Februari 2020
https://www.liputan6.com/regional/read/4178209/ramai-ramai-irt-di-lomb ok-ingin-jadi-
Page/URL
tkw-ke-arab-saudi
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Puluhan ibu-ibu mulai mendaftarkan diri menjadi calon tenaga kerja wanita (TKW)
ke Arab Saudi melalui petugas di kantor Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) Nusa
Tenggara Barat, di Mataram, Rabu.
Proses pendaftaran dimulai setelah pembukaan info pekerjaan (job fair)
penempatan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) ke Arab Saudi melalui Sistem
Penempatan Satu Kanal (SPSK),di area kantor LTSP NTB.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja
Indonesia (Apjati) Ayub Basalamah, bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja dan
Transmigrasi NTB, Agus Patria, serta perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan,
Timbul Tua Panggabean.
Nursiah (39), salah seorang ibu rumah tangga dari Kabupaten Lombok Tengah
mengaku tertarik untuk mendaftarkan diri menjadi CPMI ke Arab Saudi, karena ingin
mencari rezeki untuk membiayai hidup dan sekolah dua orang anaknya.
"Saya seorang janda. Suami saya sudah meninggal, sementara anak-anak saya
masih kecil-kecil. Satu berusia 14 tahun dan satu lagi usia 8 tahun. Jadi masih butuh
biaya banyak untuk masa depan mereka," katanya, dilansir Antara.
Perempuan yang sehari-hari membuat kue tersebut juga mengaku sudah pernah
bekerja di Arab Saudi sebelum menikah. Ia ingin kembali bekerja dengan niat yang
tulus demi masa depan kedua buah hatinya.
"Penghasilan membuat kue hanya Rp30 ribu sehari, tidak cukup buat makan.
Apalagi membiayai sekolah anak-anak. Saya juga tukang pijat, tapi paling hanya
tiga kali satu bulan dapat pelanggan," ucap Nursiah.
Sementara itu, Ketua Apjati, Ayub Basalamah, menjelaskan job fair yang digelar di
NTB, tidak sekedar info pekerjaan biasa, karena khusus untuk CPMI yang ingin
bekerja di Arab Saudi.
"Kami bagian kecil yang ingin membantu pemerintah menyosialisasikan peluang
kerja ke luar negeri, khususnya Arab Saudi yang sebelumnya disetop sementara
(moratorium)," katanya.
Page 38 of 336.

