Page 43 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 43

Title          RUU OMNIBUS LAW CIPTA KERJA: PEKERJA CUMA DAPAT LIBUR SEHARI PER MINGGU
               Media Name     merdeka.com
               Pub. Date      16 Februari 2020
                              https://www.merdeka.com/uang/ruu-omnibus-law-cipta-kerja-pekerja-cuma- dapat-libur-
               Page/URL
                              sehari-per-minggu.html
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive










               Merdeka.com - Pemerintah Jokowi - Ma'ruf Amin telah menyerahkan draf
               Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus La Cipta Kerja ke DPR RI untuk segera
               disahkan jadi Undang-Undang. Dalam aturan anyar ini, pemerintah hanya memberi
               waktu istirahat atau waktu libur minimal satu hari dalam satu minggu atau sepekan.

               Seperti tertuang dalam RUU Omnibus Law Cipta Kerja pasal 79 ayat 2 (b)
               disebutkan "istirahat mingguan 1 (satu) hari untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1
               (satu) minggu. Padahal, dalam Undang-Undang N0 13 Tahun 2003 Tentang
               Ketenagakerjaan pasal 79 ayat 2 (b) dituliskan bahwa; "istirahat mingguan 1 (satu)
               hari untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau 2 (dua) hari untuk 5
               (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu".

               Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja diklaim pemerintah dapat mendorong
               sektor ekonomi dan investasi di Indonesia yang kini lesu. 1 dari 1 halaman Pekerja
               Konstruksi Tak Bersertifikat Bakal Kena Pecat Pemerintah berencana melarang
               tenaga kerja konstruksi tak bersertifikat bekerja. Hal ini tertuang dalam draf
               rancangan undang-undang (RUU) omnibus law cipta kerja.

               Seperti tertuang dalam pasal 99 dalam UU No 2 Tahun 2017 tentang Jasa
               Konstruksi mengatur bahwa pekerja tak bersertifikat kompetensi yang kedapatan
               bekerja akan diberhentikan.

               "Setiap tenaga kerja konstruksi yang bekerja di bidang Jasa Konstruksi tidak
               memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja dikenai sanksi administratif berupa
               pemberhentian dari tempat kerja," tulis pasal 99 ayat 1 tersebut.

               Sementara, kepada pemberi kerja pekerja tak bersertifikat kompetensi juga akan
               dikenakan sanksi. Mulai dari denda administratif sampai penghentian sementara
               kegiatan layanan jasa konstruksi. Di ayat 3 bagian dari omnibus law ini
               menyebutkan setiap tenaga kerja konstruksi bersertifikat yang bekerja di bidang
               Jasa Konstruksi dan tidak berpraktik sesuai dengan standar kompetensi kerja
               nasional Indonesia, standar internasional, dan atau standar khusus dikenakan sanksi
               berupa peringatan tertulis, denda administratif, pembekuan sertifikat kompetensi
               kerja, dan/atau pencabutan sertifikat kompetensi kerja.
               [idr].




                                                       Page 42 of 336.
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48