Page 46 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 46

Title          DELAPAN PEKERJA INDONESIA DI MALAYSIA DIDUGA JADI KORBAN TRAFFICKING
               Media Name     rri.co.id
               Pub. Date      16 Februari 2020
                              http://rri.co.id/post/berita/787681/nasional/delapan_pekerja_indonesia
               Page/URL
                              _di_malaysia_diduga_jadi_korban_trafficking.html
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative




               Jakarta : Sebanyak 8 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang diduga menjadi korban
               Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) oleh Perusahaan IClean Services Sdn Bhd
               di Malaysia, akhirnya dideportasi pada 13 Februari 2020 lalu. Deportasi dilakukan
               para pekerja ditahan di Tahanan Imigrasi Semenyih Malaysia sekitar satu bulan
               lamanya.

               Direktur Eksekutif Migrant CARE, Wahyu Susilo menjelaskan, sebelum ditahan,
               tepatnya pada pada 11 November 2019 dan 17 November 2019, 4 diantara 8 PMI
               tersebut telah melapor ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang ada di
               Kuala Lumpur. Mendapatkan laporan itu, pihak KBRI pun melakukan upaya mediasi
               pada 20 November 2019. Itupun hanya antara dua orang PMI dengan perusahaan
               Iclean Services Sdn Bhd.

               "Namun mediasi tersebut lebih menguntungkan perusahaan karena tidak seluruh
               tuntutan mereka dipenuhi," sesalnya dalam keterangan yang diterima Minggu
               (16/2/2020).

               Semua korban pun meminta bantuan ke Migrant CARE. Dalam upaya pemenuhan
               hak-haknya, para korban didampingi Migrant CARE melaporkan perusahaan IClean
               Services Sdn Bhd ke Majlis Anti Pemerdagangan Orang dan Anti Penyelundupan
               Migran (MAPO) pada tanggal 25 November 2019.

               Sementara pada 11 Desember 2019, mereka melakukan pelaporan ke Jabatan
               Tenaga Kerja Semenanjung Malaysia dan Suruhan Jaya Pencegahan Rasuah
               Malaysia. Upaya tersebut dilakukan dengan harapan untuk mendapatkan keadilan
               dan terpenuhi hak-haknya sebagai pekerja.

               "Beberapa dugaan tindak pidana perdagangan orang dan pelanggaran kontrak kerja
               yang dilakukan oleh Perusahaan IClean Services Sdn Bhd, antara lain penempatan
               kerja, pembayaran, dan besaran gaji yang tidak sesuai dengan kontrak kerja, tidak
               adanya penggantian uang kerja lewat jam kerja (uang lembur), terjadi penahanan
               dokumen dan pembatasan akses komunikasi, terbatasnya peralatan keselamatan
               kerja dan terjadinya kekerasan. Bahkan ditemukan dugaan praktik penempatan
               pekerja anak (di bawah umur), salah satu pekerja migran diberangkatkan saat
               berusia 16 tahun," urai Wahyu.

               Disesalkan Wahyu lagi bahwa perusahaan IClean Services Sdn Bhd yang diduga
               sebagai pelanggar hukum tidak mendapatkan sanksi apapun. Sedangkan para
               korban justru dikriminalisasi. Pihak imigrasi Malaysia menahan mereka pada tanggal



                                                       Page 45 of 336.
   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51