Page 47 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 47

7 Januari 2020.

               "Berdasarkan informasi dari Pejabat Tenaga Kerja Pelabuhan Klang bahwa mereka
               ditahan karena kabur dari Perusahaan Iclean Services Sdn Bhd. Padahal alasan
               mereka melarikan diri karena menuntut hak gaji dan lapor ke KBRI Kuala Lumpur,"
               ketusnya.

               Maka dari itu menurut dia, seharusnya, KBRI mengupayakan mereka untuk
               diberikan bantuan hukum yang maksimal. Salah satunya dengan memindahkan
               mereka dari Tahanan Imigrasi ke Shelter KBRI disana.

               "Atas pelaporan dan aduan 8 PMI, seharusnya Aparat Penegak Hukum baik di
               Malaysia dan Indonesia, memproses dugaan tindak pidana perdagangan orang dan
               dugaan pelanggaran hak-hak pekerja migran yang dilakukan oleh Perusahaan
               IClean Services Sdn Bhd (PT Bukit Mayak Asri dan PT Millenium Muda Makmur turut
               melakukan perbuatan) secara menyeluruh dan mendengarkan keterangan para
               pekerja sebagai korban serta menelusur hingga ke jejaringnya. Hingga saat ini
               belum ada proses penyelidikan mengenai keterlibatan perusahaan perekrutnya yang
               bisa meloloskan pekerja migran yang masih berusia 16 tahun," bebernya.

               Saat ditahan, lanjutnya, pada tanggal 13 Januari 2020 telah dilakukan mediasi yang
               diinisasi dan difasilitasi oleh Jabatan Tenaga Kerja Malaysia. Mediasi itu dihadiri oleh
               Perwakilan KBRI serta perwakilan dari perusahaan IClean Services Sdn Bhd.
               Hasilnya, Perusahaan IClean Services Sdn Bhd menyepakati untuk memberikan
               uang gaji dan kompensasi sebesar RM 85.100 ,19. Padahal tuntutan awal sebesar
               RM 122.500 kepada 8 PMI yang menjadi korban. Itupun proses pembayaran
               dilakukan dalam dua tahap.

               Dimana tahap pertama dibayarkan sebesar RM 65.000 secara tunai pada hari yang
               sama kepada perwakilan kedutaan yang disaksikan oleh para pekerja. Dan tahap
               kedua, sebesar RM 20.100 ,19 dibayarkan langsung ke Kantor Kedutaan Indonesia
               di Kuala Lumpur pada 07 Februari 2020.

               "Berdasarkan keterangan korban, jumlah pemenuhan hak gaji dan kompensasi yang
               diwakili oleh KBRI Kuala Lumpur tidak sesuai dengan tuntutan korban. Migrant CARE
               sebagai penerima kuasa korban menilai kurangnya transparansi atas upaya-upaya
               yang dilakukan oleh KBRI Kuala Lumpur kepada para korban," ungkapnya.

               Lebih lanjut kata Wahyu, sebelum dipulangkan ke Indonesia, pada 13 Februari 2020
               di Bandara KLIA, Migrant CARE Kuala Lumpur mendampingi dan menemukan bahwa
               8 PMI dalam kondisi tangan diborgol, mereka diperlakukan seperti pelaku kejahatan.

               "Mereka juga menceritakan bahwa selama ditahan, mereka mengalami kekerasan
               verbal, fisik dan psikologis yang dilakukan oleh Petugas Imigrasi Malaysia.
               Pemenuhan kebutuhan dasar seperti air, makanan, tempat tidur, pembalut dan obat
               tidak terpenuhi dengan layak," ungkapnya.




                                                       Page 46 of 336.
   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52