Page 51 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2019
P. 51
produktif dan diperkirakan Indonesia akan mencapai puncak dari bonus demografi
ini pada tahun 2030-2040. Pada periode tersebut diprediksi jumlah penduduk usia
produktif mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk Indonesia yang
diproyeksikan sebesar 294 juta jiwa.
"Agar dapat memperoleh manfaat maksimal dari bonus demografi ini, ketersediaan
sumber daya manusia usia produktif yang melimpah harus diimbangi dengan
peningkatan kualitas baik dari sisi pendidikan maupun keterampilan, termasuk
kaitannya dalam menghadapi keterbukaan pasar kerja," kata Direktur Jenderal
Binalattas Bambang Satrio Lelono saat memberikan sambutannya dalam program
kerja sama Pilot Project Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing Masyarakat
Melalui Kewirausahaan dan Inovasi Terintegrasi Kabupaten Kulonprogo di ruang
sermo Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, Jumat (15/11/2019).
Hal di atas juga sejalan dengan yang disampaikan oleh Bupati Kulon Progo Sutedjo
berkaitan dengan program strategis yang akan dilaksanakan di Kabupaten Kulon
Progo, diantaranya adalah Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Kawasan
Strategi Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur dengan Bedah Menoreh, Kawasan
Industri di Sentolo, dan Pelabuhan Tanjung Adikarto yang dipastikan dapat
memberikan multiplier effect yang harus dipersiapkan oleh Pemerintah dan
masyarakat kulon Kulon Progo, diantaranya penyiapan kompetensi calon tenaga
kerja dan peluang usaha bidang UMKM. Sehingga diperlukan trobosan dan strategi
yang akurat dan tepat sasaran dalam membentuk produk-produk unggulan Kulon
Progo yang berkualitas untuk bersaing di pasar bebas.
"Masyarakat Kulon Progo harus siap dengan produk-produk local yang dihasilkan,
agar mampu bersaing dengan produk lain di luar Kulon Progo, sehingga tercipta
kemandirian ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat." Kata Bupati Kulon Progo,
Sutejo dalam sambutannya.
"Tepat kiranya dan baik sekali dengan diselenggarakannya penandatanganan Nota
Kesepakatan ini dalam rangka meningkatkan produktivitas dan daya saing melalui
kewirausahaan dan inovasi yang terintegrasi. Namun kiranya kita harus optimis
bahwa dengan kegiatan ini dapat menjadi daya ungkit yang kuat untuk memberikan
motivasi kepada para pelaku kewirausahaan, sehingga ke depan mampu
memberikan semangat dalam menekuni usaha," imbuh Sutedjo.
Dalam kegiatan Penandatanganan Nota Kesepakatan tersebut dihadiri oleh, Kepala
Balai Besar Peningkatan Produktivitas (BBPP) Kemnaker, Kepala Dinas Tenaga Kerja
dan Transmigrasi Kabupaten Kulon Progo, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)
Kulon Progo, Perwakilan BLK Komunitas dan Peserta.
Page 50 of 101.

