Page 47 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2019
P. 47
Title UPAH MINIMUM NAIK, TIGA PABRIK SEPATU TERPAKSA HENGKANG DARI BANTEN
Media Name kontan.co.id
Pub. Date 18 November 2019
https://insight.kontan.co.id/news/upah-minimum-naik-tiga-pabrik-sepatu -terpaksa-
Page/URL
hengkang-dari-banten?page=1
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Kenaikan upah minimum provinsi (UMP) atau upah minimum kota/kabupaten (UMK)
membawa pengaruh buruk bagi perusahaan padat karya, termasuk pabrik sepatu.
Agar tetap bisa bersaing, pengusaha yang keberatan terhadap kenaikan gaji yang
terlalu tinggi, memilih memindahkan pabrik ke wilayah yang menawarkan upah
murah.
Seperti yang dilakukan oleh tiga pabrik persepatuan yang hengkang dari Provinsi
Banten untuk hijrah ke Jawa Tengah.
Berdasarkan catatan Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), sejak dua tahun
lalu, ada 47 perusahaan persepatuan merelokasi pabriknya.
Dari jumlah itu, 22 perusahaan yang melakukan relokasi sebelumnya berada di
Banten.
Ketua Umum Aprisindo, Eddy Widjanarko menyatakan, saat ini ada lagi tiga pabrik
sepatu yang pindah dari Banten ke Jawa Tengah.
"Pabrik yang pindah adalah pabrik-pabrik yang tujuannya ekspor," kata Eddy kepada
KONTAN, Jumat (15/11).
Tapi ia enggan memberi perincian nama perusahaan itu. Yang terang, relokasi
pabrik itu dilakukan karena naiknya UMP/UMK.
Ganggu ekspor
Eddy khawatir kenaikan upah tinggi yang terjadi tiap tahun, akan mengganggu
kegiatan ekspor sepatu.
Maklum, pada tahun lalu saja, ekspor sepatu mengalami penurunan sampai 10%.
"Tahun lalu ekspor sepatu sekitar US$ 5 miliar," terangnya.
Relokasi pabrik selama masih ada di dalam negeri sebetulnya tidak masalah.
Sebab kedatangan pabrik baru bisa berdampak pada pemerataan pembangunan,
lantaran kehidupan warga sekitar mengalami perkembangan.
Page 46 of 101.

