Page 508 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 Mei 2019
P. 508
Pub. Date 30 April 2019
https://news.okezone.com/read/2019/04/30/337/2049679/mencermati-esensi -hari-
Page/URL
buruh-internasional-pasca-pemilu-2019
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
ISU ketenagakerjaan dan aksi unjuk rasa buruh diprediksi akan kembali menghiasi
panggung politik nasional bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional
atau 'May Day' yang jatuh pada 1 Mei 2019. Aksi unjuk rasa yang dilakukan buruh
tersebut dapat dipahami sebagai cara mereka dalam menyuarakan tuntutannya
terhadap masalah-masalah ketenagakerjaan, seperti status kekaryawanan,
pembayaran tunjangan hari raya, dan hal lain yang bersifat peningkatan hak-hak
buruh. Pekerjaan rumah yang dihadapi pemerintah Indonesia di bidang
ketenagakerjaan memang masih seputar ketersediaan lapangan kerja, kualitas
sumber daya manusia, dan tingkat upah serta jaminan sosial.
Berbicara mengenai isu lapangan kerja tentunya bukan lagi menjadi topik baru bagi
kita. Sejak Indonesia merdeka, dari kepemimpinan sebelum-sebelumnya,
pemerintah Indonesia terus berupaya membangun ekonomi nasional di berbagai
sektor kehidupan. Tujuannya tentunya tak lain adalah dalam rangka mewujudkan
kemandirian ekonomi nasional yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan
dan taraf hidup masyarakat Indonesia secara adil dan merata sebagaimana
diamanatkan dalam UUD 1945.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah angkatan kerja pada Februari
2018 sebanyak 133,94 juta orang, naik 2,39 juta orang dibanding Februari 2017.
Sementara penduduk yang bekerja sebanyak 127,07 juta orang, atau bertambah
2,53 juta orang dibanding Februari 2017. Dari total 127,07 juta orang yang bekerja
tersebut, sebanyak 7,64 persen masuk kategori setengah menganggur dan 23,83
persen pekerja paruh waktu. Rata-rata upah buruh pada Februari 2018 sebesar 2,65
juta rupiah, tertinggi di kategori Jasa Keuangan dan Asuransi, yaitu sebesar 4,13
juta rupiah, sedangkan terendah di kategori Jasa Lainnya, yaitu sebesar 1,44 juta
rupiah.
Meski ajang Pemilu 2019 telah usai dilaksanakan dan hanya tinggal menunggu hasil
resmi dari KPU, tak dapat dipungkiri kontestasi nasional tersebut telah
menyebabkan polarisasi politik di masyarakat. Masyarakat Indonesia seolah-olah
terbelah ke dalam dua kutub yang saling berseberangan atas sebuah kekuatan
politik dan ideologi yang diusung pasangan capres dan cawapres. Pun demikian
dengan gerakan buruh yang semakin terorganisir dalam serikat pekerja. Mereka
tidak lagi hanya sekadar memperjuangkan kepentingan hak-haknya selaku pekerja
saja, namun lebih dari itu, mereka secara terbuka juga mulai masuk ke ranah politik
praktis.
Page 507 of 656.

