Page 337 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 SEPTEMBER 2021
P. 337
Judul Menaker Luncurkan Program Pemagangan di 5 Destinasi Wisata Super
Prioritas
Nama Media merdeka.com
Newstrend Program Pemagangan di 5 Destinasi Wisata Super Prioritas
Halaman/URL https://www.merdeka.com/uang/menaker-luncurkan-program-
pemagangan-di-5-destinasi-wisata-super-prioritas.html
Jurnalis Haris Kurniawan
Tanggal 2021-09-24 13:30:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, melakukan Kick Off Pemagangan 5 Destinasi Wisata
Super Prioritas di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang, Minahasa Utara,
Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (24/9). Kick Off ini menandai dimulainya masifikasi penyiapan
SDM terampil pada sektor pariwisata di 5 destinasi wisata super prioritas.
MENAKER LUNCURKAN PROGRAM PEMAGANGAN DI 5 DESTINASI WISATA SUPER
PRIORITAS
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, melakukan Kick Off Pemagangan 5 Destinasi Wisata
Super Prioritas di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang, Minahasa Utara,
Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (24/9).
Kick Off ini menandai dimulainya masifikasi penyiapan SDM terampil pada sektor pariwisata di 5
destinasi wisata super prioritas.
Dalam sambutannya, Menaker Ida menyatakan bahwa Program Pemagangan merupakan salah
satu solusi tepat untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan, khususnya dalam menyiapkan
tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai dengan pasar kerja.
"Dalam program pemagangan, peserta mendapatkan pengalaman kerja pada dunia kerja yang
sesungguhnya, membentuk sikap mental, perilaku kerja serta kompetensi yang sesuai dengan
kebutuhan pasar kerja," kata Menaker Ida.
Menaker Ida menjelaskan, selain penyiapan SDM terampil di 5 destinasi wisata super prioritas,
pemagangan juga menjadi upaya pemerintah dalam menyongsong bonus demografi, serta
menyelesaikan sejumlah tantangan yang melingkupinya. Tantangan-tantangan tersebut di
antaranya adalah era digitalisasi, dampak pandemi COVID-19 pada sektor ketenagakerjaan, dan
rendahnya kualifikasi keterampilan SDM Indonesia.
336

