Page 333 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 SEPTEMBER 2021
P. 333
Judul Bangun Ekonomi Inklusif, Kemnaker Minta Pelatihan Online Digenjot
Nama Media detik.com
Newstrend Webinar ASEAN Future Of Work Conference
Halaman/URL https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/5738145/bangun-
ekonomi-inklusif-kemnaker-minta-pelatihan-online-digenjot
Jurnalis Alfi Kholisdinuka
Tanggal 2021-09-24 13:48:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berupaya menciptakan tenaga kerja yang kompeten
melalui peningkatan produktivitas serta pelatihan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan
dunia kerja saat ini. Pelatihan ini diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan teknologi
informasi untuk mendorong terciptanya pelaku ekonomi baru.
BANGUN EKONOMI INKLUSIF, KEMNAKER MINTA PELATIHAN ONLINE DIGENJOT
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berupaya menciptakan tenaga kerja yang kompeten
melalui peningkatan produktivitas serta pelatihan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan
dunia kerja saat ini. Pelatihan ini diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan teknologi
informasi untuk mendorong terciptanya pelaku ekonomi baru.
"Upskilling dan reskilling harus terus dilakukan. Pendekatan pembelajaran sepanjang hayat harus
menjadi cara agar peserta pelatihan selalu tertantang dan termotivasi untuk mampu membuat
inovasi baru," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi dalam
keterangan tertulis, Jumat (24/9/2021).
Saat menjadi pembicara pada webinar ASEAN Future Of Work Conference kemarin, Anwar
menjelaskan sistem pelatihan kerja terjalin dengan konsep dasar pembelajaran sepanjang hayat
yang menekankan pada pengembangan keterampilan serta berkesinambungan.
Menurutnya, pembelajaran sepanjang hayat menyiratkan adaptasi semua individu untuk terus
mempertahankan, meningkatkan dan memperluas keterampilan mereka sehubungan dengan
perubahan lanskap terutama dalam pasar kerja.
"Perkembangan teknologi, demografi, lingkungan dan globalisasi saat ini mempengaruhi
permintaan akan keterampilan yang dibutuhkan pekerja. Ini menjadi isu yang penting dalam
memberikan akses bagi individu untuk mengembangkan dan memperkuat keterampilan
mereka," ucapnya.
332

