Page 140 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 MEI 2020
P. 140
Title PEMBAHASAN UU OMNIBUS LAW KENISCAYAAN
Media Name mediaindonesia.com
Pub. Date 12 Mei 2020
https://mediaindonesia.com/read/detail/312218-pembahasan-uu-omnibus-la w-
Page/URL
keniscayaan
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
URGENSI untuk melanjutkan pembahasan RUU omnibus law justru bertitik tekan
pada perubahan ekonomi struktural yang akan dihadapi Indonesia ke depan.
Oleh karena itu, pembahasan RUU tersebut tidak harus menunggu hingga ancaman
pandemi covid-19 benar-benar tuntas.
Wakil Ketua DPR/Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang)
Rachmat Gobel mengatakan ketahanan ekonomi Indonesia saat ini dalam skenario
sangat berat.
Karena itu, diperlukan terobosan bahwa apa yang tengah dilakukan pemerintah
harus memiliki kebijakan pamungkas yang dapat menjadi recovery total
pascapandemi covid-19.
"Kita tidak bisa menunggu semua kondisi normal. Justru kita mempersiapkan
formula terbaik dari kesiapan kita menghadapi kemungkinan kondisi terburuk,"
terangnya dalam diskusi di DPR, kemarin.
Hal senada dikatakan Rosan P Roeslani, Ketua Umum Kadin Indonesia. Menurut
Rosan, kendala utama pertumbuhan ekonomi Indonesia ialah regulasi yang terlalu
banyak, tumpang-tindih, dan sebagian bertentangan.
"Upaya memangkas, menyederhanakan, dan menyelaraskan itulah yang sebenarnya
menjadi pintu masuk. Capaian dari itu semua berupa masuknya investasi yang
membuka lapangan pekerjaan ialah dampak positif yang dirasakan," ungkapnya.
Rosan menerangkan, dari sekian banyak dialog dengan kamar dagang dari Eropa
dan Amerika Serikat, relokasi industri ke Asia ialah sebuah keniscayaan. Bahkan,
Tiongkok sendiri terus merelokasi.
Dalam diskusi virtual DPR bidang Korinbang, Fraksi Partai NasDem memberikan
pandangan bahwa pembahasan RUU omnibus law harus dilanjutkan.
Sejumlah narasumber yang turut hadir dalam diskusi tersebut menyatakan
percepatan pembangunan melalui realisasi omnibus law merupakan inti kebijakan
ekonomi baru.
Page 139 of 353.

