Page 192 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 MEI 2020
P. 192
Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto mengaku, jumlah warga Kota Malang
yang terdampak COVID-19 diketahui dari pelaporan yang diterima oleh Posko
Disnaker-PMPTSP Kota Malang. Setidaknya, ada 90 perusahaan yang melapor
karena dampak virus Corona hingga merumahkan dan melakukan PHK terhadap
karyawannya.
Hingga 7 Mei 2020, ada 1.465 pekerja yang terdampak COVID-19 hingga
mengalami pemutusan hubungan kerja atau juga dirumahkan. "Mereka bekerja di
beberapa sektor yakni perhotelan, resto dan industri. Dirumahkan sebanyak 1.303
orang dan di PHK sebanyak 162 orang," terang Nur Widianto, Selasa (12/5/2020).
Hasil pelaporan 90 perusahaan yang berada di Kota Malang ini juga menjadi acuan
Pemkot Malang dalam menghitung dampak sebaran Corona pada sektor tenaga
kerja.
"Data di atas juga disampaikan Bapak Wali Kota ketika memaparkan kesiapan Kota
Malang untuk menjalankan PSBB di Pemprov Jatim. Jika sebaran COVID-19 juga
membawa dampak bagi pekerja warga Kota Malang yang nantinya akan dimasukkan
penerima jaring pengaman sosial," terang Nur Widianto.
Menurut Nur Widianto, jaring pengaman sosial yang bakal dikucurkan bersumber
dari pemerintah pusat. Akan tetapi, Pemkot Malang juga telah menyiapkan alokasi
anggaran untuk disalurkan.
"Untuk pencairan JPS kami masih menunggu pencairan dari pemerintah pusat,
karena kami tidak ingin dobel-dobel. Tetapi jika diperlukan kami siap mengeksekusi,
karena alokasi anggaran penanganan COVID-19 sudah kita siapkan," pungkasnya.
(fat/fat)
Page 191 of 353.

